46. SAGARA, KIYARA, SASYA DAN RIO
*******
Kiyara baru saja selesai memasak soto ayam. Ia menyajikan makanan berkuah itu di dalam mangkok kemudian membawanya ke ruang keluarga sekaligus ruangan bersantai.
Kiyara meletakkan mangkok itu di atas meja. Duduk di sebelah Sagara yang sekarang tengah berkutat dengan laptopnya.
Sagara melirik sekilas lalu berceletuk. "Tumben masak soto, biasanya paling males kalau masak yang banyak rempah-rempah."
"Ya itu karena gue mual. Tapi sekarang udah enggak. Nih cobain, enak apa enggak?"
Sagara memindahkan laptopnya ke pinggir, menarik semangkok soto ke hadapannya. Ia menyicip sedikit kuah soto itu lalu mengecap merasakan rasanya.
"Gimana?" tanya Kiyara penasaran.
Sagara mengangguk. Lalu menyuap sesendok lagi. "Sekarang kebanyakan garam, tapi lumayan lah," ujarnya jujur. Rasa soto itu memang sedikit asin, namun tetap enak untuk dimakan apa lagi pas sedang lapar.
"Kalo satu sampai sepuluh nilainya berapa?"
"Tujuh."
Kiyara memanyunkan bibirnya mengehela napas lesu. "Yahh, gak bisa dong gue buka restoran kalau gitu," desahnya kecewa.
Tak ingin Kiyara sedih, Sagara meralat perkataanya. "Eh ganti sembilan deh."
"Halah! Cuma mau buat gue seneng kan?" Kiyara berdecak malas. Sedangakan Sagara malah jadi gemas melihatnya dan mengusap rambut Kiyara lalu melanjutkan acara makan mereka.
"Mau buka restoran emang?" tanya Sagara.
Kiyara mengangguk. Lalu meneguk kunyahan di mulutnya. "Heem, itu salah satu impian gue, punya restoran sendiri."
"Kan bisa cari koki, Ra, buat masak. Kalau bosnya mah, tinggal duduk aja merhatiin karyawannya."
"Tapi gue tuh, pengennya gue langsung yang turun tangan ke dapur buat ngajarin karyawan-karyawan gue nanti. Jadi harus jago masak juga," sahut Kiyara. Punya restoran dan jadi koki adalah salah satu impiannya dari kecil.
"Kalau gitu banyakin belajar masak dan kalau perlu ikut kursus juga. Soal buat restorannya bisa gue yang atur nanti," timpal Sagara dan diangguki semangat oleh Kiyara.
Sekarang Sagara menggeser laptop kembali ke hadapannya dan fokus pada layar benda itu.
"SMA Pelita Nusa." Kiyara membaca tulisan yang ada di laptop Sagara. Mengerutkan kening bingung, ia bertanya pada Sagara. "Kakak ngapain baca-baca tentang sekolah itu?"
"Oh, ini? Gue cuman nyari tau aja. Siapa tau cocok buat sekolah kita nanti. Tapi masih bingung sih, antara SMA Pelita Nusa sama SMA Gelora lebih bagusan mana. Dua-duanya juga termasuk sekolah favorit selain SMA Dimasta."
"Hah? Maksudnya Kakak mau daftarin gue sekolah di situ?" Kiyara kaget.
"Bukan cuma lo, tapi sama gue juga."
"Kakak mau pindah?!"
Sagara menganggukkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Ficção AdolescenteSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)