37. KIYARA RAGU
******
Setelah makan malam selesai, Sagara dan Kiyara memutuskan langsung menuju kamar Kiyara yang sudah menjadi kamar mereka untuk beristirahat.
Mereka membersihkan diri dulu sebelum tidur, seperti gosok gigi, cuci kaki, cuci tangan, cuci muka. Dan khusus untuk Kiyara, ia melakukan skincare night rutin untuk perawatan agar tetap cantik.
Sagara mematikan saklar lampu kamar hingga yang tersisa hanya cahaya lampu tidur yang remang. Kedua pasangan muda itu bersandar di punggung kasur dengan kaki ditutupi selimut.
"Ra?" panggil Sagara pelan.
Tanpa menoleh, perempuan bepiyama tidur itu merespon dengan dehaman singkat. Dan hal tersebut membuat Sagara yakin, Kiyara masih mempermasalahkan kejadian di sekolah.
Yaiyalah mempermasalahkan, Sagara.
"Ay?" panggilnya lagi. Sukses, Kiyara menoleh, namun bukannya merasa lega, Sagara malah merasa sesak karena Kiyara menatapnya dengan pandangan kecewa.
"Gue minta maaf kalau ada salah. Jangan giniin gue, Ra. Gue gak suka." Sagara terlihat egois. Dia memang egois, tapi laki-laki tidak menyadari.
"Kakak punya otak, kan? Mikir!" kata Kiyara sarkas. Seketika dadanya sesak, emosinya tidak stabil, sehingga air mata langsung hadir dalam sekali kedip.
"Gue marah sama Kakak," gumam Kiyara tiba-tiba.
Sagara terdiam mendengar ucapan Kiyara. Menaikan kedua alisnya, lelaki itu bertanya. "Kenapa?"
Bodoh! Sagara sangat-sangat bodoh. Bisa-bisanya dia menanyakan hal yang tidak seharusnya ditanyakan.
Di tengah air mata, Kiyara tertawa hambar. "Inget gak, siang tadi Kakak ngomong apa?" tanyanya lirih.
"Yang mana?"
"Haha, lucu. Janji lo selama ini bullshit doang, Kak." Kiyara mengusap air matanya kasar.
Sedang Sagara menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Frustasi. Kenapa dia bisa sebodoh sekarang.
"Ra..."
"Waktu sama si Sasya Sasya itu, terus Kakak nyium gue," ucap Kiyara frontal. Dia harap Sagara tidak lupa.
"Kenapa?" tanya.
Kiyara menarik napasnya panjang, lalu menatap serius pada manik hitam Sagara. "Gue tau Kakak mau jaga perasaan gue. Tapi Kakak gak perlu sampe bohong sama kasarin anak orang kayak gitu. Kakak tau, yang paling ngerasa bersalah itu gue jadinya."
Sagara menyipitkan matanya bingung. "Tunggu-tunggu. Maksud lo apa sih?"
"Yang Kakak bilang tadi itu sekedar buat jaga perasaan gue aja, kan, karena gue hamil anak Kakak. Kakak gak mau gue sama Baby kenapa-kenapa, jadi Kakak bilang cinta sama gue buat jaga perasaan gue. Iya kan?"
"Hah?"
Kiyara menggembungkan pipinya. Menyatukan jari telunjuk gugup dan resah. "Gini Kak, gue gak papa kalau Kakak punya hubungan sama cewek itu. Gue tau diri kok. Kakak gak perlu bohong sama Sasya soal Kakak cinta sama gue. Bilang aja semuanya sama dia. Gue akan ngalah buat kalian. Lagian Kakak juga berhak dapetin cewek yang beneran Kakak cinta. Kakak gak perlu pikiran perasaan gue."
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Novela JuvenilSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)