29. PAPA GARA DAN MAMA ARA
********
Sudah seminggu berlalu. Sagara dengan dua temannya, Rio dan Gilang, seperti perang dingin. Tidak ada candaan lagi seperti biasanya. Pertemanan mereka seperti terputus begitu saja.
Sedangakan Romi bersikap netral. Cowok itu bingung harus memihak yang mana. Ingin memperbaiki pertemanan keduanya, namun akses itu seolah ditutup oleh Rio.
Romi dapat memahami perasaan Rio. Bayangkan saja, orang yang kita sukai, ternyata direbut oleh sahabat kita sendiri. Tapi Romi tak bisa membela Rio. Karena disini, Sagara dan Kiyara sudah terikat oleh benang yang tak terlihat. Keduanya tidak mungkin memutuskan hubungan begitu saja. Apalagi dengan kondisi Kiyara yang tengah hamil anak Sagara. Ditambah, perjodohan mereka karena sebuah wasiat. Sangat sulit untuk memisahkan keduanya.
"Apa gak sebaiknya lo jujur aja sama mereka, Gar? Mungkin pas lo udah jelasin semuanya, mereka bakal ngertiin lo." Romi memberi saran pada Sagara.
"Gue belum siap buat cerita masalah ini sama mereka. Buat cerita sama lo aja gue mikir seribu kali," balas Sagara.
Sagara itu, tipe orang yang sulit terbuka. Bukan introvert, tapi dia lebih suka menyimpan masalahnya sendiri, menyelesaikan sendiri, lalu menganggap semuanya baik-baik saja.
Kadang sifatnya juga berubah seperti bonglon. Bisa tengil, bisa jahil, bisa manja, bisa dingin, bisa cuek, bisa romantis. Tapi sifat-sifat itu lebih sering Sagara tunjukkan pada orang yang dapat membuatnya nyaman.
Perihal kenapa Sagara memilih tidak langsung menceritakan semuanya kepada temannya, karena memang ia belum siap. Sagara akan menceritakan nanti, setelah ia rasa waktu yang tepat.
"Saran gue, mending lo cerita ke mereka secepetnya, Gar. Biar masalah ini cepet kelar. Lo gak mau, kan, pertemanan kita selamanya kayak gini?" Romi menepuk pundak laki-laki itu.
Sedangkan Sagara menghela napasnya berat. "Pasti. Gue bakal cerita, tapi nanti."
Sebenarnya ada alasan tersendiri bagi Sagara. Romi itu salah satu orang yang bener-bener memahami dirinya. Mereka sudah berteman sejak kecil. Banyak kisah Sagara yang diketahui oleh Romi. Itulah kenapa, Sagara lebih mudah membagi ceritanya dengan cowok itu.
Berbeda dengan Gilang dan Rio. Mereka baru mengenal di SMA ini, bersahabat pun karena mereka satu kelas dan satu frekuensi. Sering bertemu di club malam, membolos, dan melakukan kenakalan lainnya.
***
Taman dekat apartemen saat ini terlihat ramai dikunjungi orang-orang. Mungkin karena ini hari weekend. Termasuk Sagara dan Kiyara ikut menghabiskan waktu sore mereka di sini.
Pasangan muda itu duduk di salah satu bangku kosong setelah jalan-jalan mengelilingi taman sambil membeli setiap jajanan. Hawa di sini lebih sejuk karena berada tepat di bawah pohon besar.
Kiyara menghabiskan potongan sosis bakar terakhir miliknya lalu menaruh sisa sampah tusuk lidi ke plastik sosis. Usai menghabiskan jajanannya, tidak lupa perempuan itu membersihkan sisi bibirnya yang belepotan terkena saos menggunakan tisu kering.
"Mau pulang?" tanya Sagara karena merasa jenuh kelamaan berada di tempat ini.
Menggeleng, lalu berceletuk, "Mau itu," tunjuk Kiyara pada seseorang balita imut yang berada tak jauh dari mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Novela JuvenilSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)