30. MENJADI ORANG TUA SEMENTARA
*******
"Kira-kira, Aya itu anak siapa ya, Kak?" Kiyara membuka suaranya disela-sela dia dan Sagara tengah makan malam.
Sedang kan Sagara menjawab dengan mengedikkan bahunya, tidak tahu. Lelaki itu fokus pada mie ayamnya, efek terlalu lapar mungkin.
"Kasian banget ditinggal sendirian gitu di taman. Mana udah mau malem lagi. Orang tuanya gak khawatir apa?" Perempuan itu kembali berceletuk.
Sagara meneguk makanannya lebih dulu kemudian menoleh ke samping, menatap Kiyara. "Habisin makanan lo dulu, Ra. Makan sambil ngomong itu gak baik," tegurnya.
Kiyara cemberut. Namun ia tetap menuruti kata Sagara untuk tidak berbicara lagi di saat makan. Baru beberapa suap, perempuan itu menjauhkan makanan itu kemudian meminum air putih.
"Gak dihabisin?" tanya Sagara melirik Kiyara dan mie ayam tersebut bergantian.
Kiyara menggeleng. "Udah kenyang," jawabnya tanpa napsu.
Sagara menghela napas malas. Ia mengambil makanan bekas Kiyara kemudian memakan mie ayam itu setelah miliknya sudah habis.
"Kok Kakak makan?" tanya Kiyara.
"Kenapa?"
"Itu kan bekas gue, Kak."
"Masih banyak sisanya. Sayang makanan kebuang cuma-cuma kalau gak dihabisin, mubazir jadinya." Sagara menyahut tenang melanjutkan acara makannya.
Padahal aslinya mie ayamnya yang kurang dan Sagara masih lapar. Karena punya Kiyara tidak habis, jadi lah Sagara menyantap punya istrinya.
Kiyara hanya duduk diam memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh Sagara. Sedangkan pikirannya berkelana memikirkan tentang balita yang mereka temukan tadi.
Sagara meletakkan susu coklat khusus ibu hamil yang telah ia buat di hadapan Kiyara. Laki-laki itu ikut memperhatikan Kiyara yang tengah melamun.
Melihat perempuan itu hanya diam, Sagara menyentil dahinya pelan. "Mikirin apa?" tanyanya membuat Kiyara kaget.
"Hah?"
"Hah hoh hah hoh. Bengong aja, kesambet setan baru tau. Tuh minum susunya udah gue buatin," titah Sagara menunjuk susu hamil tersebut.
Kiyara mendelik, mencebikkan bibirnya mendengar penuturan Sagara. Tangannya mengambil segelas susu coklat itu dan menyesapnya teratur.
"Masalah Aya gimana?"
"Besok kita cari orang tuanya, Ra. Kalau perlu kita lapor ke polisi biar lebih gampang," kata Sagara.
Kiyara menarik napasnya pelan. "Kok gue khawatir ya, Kak?" keluhnya.
"Khawatir?" bingung cowok itu.
"Hmm. Gue tadi liat ada beberapa luka di wajah sama tangan Aya. Mungkin gak sih, kalau Aya tuh sebenarnya sengaja dibuang sama orang tuanya?"
"Ngaco. Mana ada orang tua yang mau buang anaknya, Ara." Sahutnya gemas.
Dalam hati Kiyara menyahut lirih, "Ada. Buktinya gue." Tapi dia tidak menunjukkan kesedihan itu pada Sagara.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Ficção AdolescenteSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)