45. SAGARA'S PRIORITY
*******
Kiyara baru saja dari minimarket di dekat rumahnya. Ia memeriksa hasil belanjaannya. Saat ingin menyebrang, Kiyara melihat kiri kanan lebih dulu. Dari jalur kanan terlihat mobil hitam yang masih sangat jauh keberadaannya. Dan dari jalur kini keaadan lenggang. Kiyara langsung menyebrang dengan santai karena perhitungannya, dia tidak akan mungkin tertabrak mobil hitam itu.
Namun belum sampai tengah, Kiyara menoleh ke arah kanan. Mobil hitam itu memambah laju kecepatannya. Entah hanya feelingnya saja, namun Kiyara merasa mobil itu seperti sengaja ingin menabraknya.
Kiyara mematung, sontak menutup matanya dan berteriak. Jika kalian berasumsi, 'kenapa enggak langsung lari aja, kan masih ada waktu biar gak ketabrak?' Percayalah, saat berada di keaadaan kayak gitu, maka otak enggak akan sempat buat mikir kesana. Tubuh juga seakan refleks diam dan mungkin hanya akan berteriak. Dan itulah yang terjadi pada Kiyara.
Saat mobil itu tinggal berjarak tiga meter dari Kiyara, seseorang memeluk tubuhnya dan menariknya ke pinggir jalan, hingga.... BRAKK!
Kiyara terjatuh menindih orang itu. Perempuan itu merasakan sakit di jidatnya karena terbentur dagu. Ia meringis kembali membuka matanya.
"K-kak," cicit Kiyara lalu bangun dari tubuh Sagara. Perempuan itu berubah panik saat melihat kedua sikut Sagara berdarah karena tergesek aspal. "Ya ampun, tangan Kakak luka!" Kiyara lalu membantu Sagara bangun.
"Lo gak papa?" Bukannya memikirkan tentang dirinya, Sagara malah menanyakan kondisi Kiyara dengan cemas dan mengabaikan rasa sakit yang ada di tubuhnya.
Kiyara menggeleng kecil sebagai jawaban. Mereka berdua lalu berdiri dan menatap mobil tadi yang sudah menghilang dari pandangan. Sopir mobil itu sama sekali tidak ada niat untuk tanggung jawab.
"Gue kayak gak asing sama mobil itu," ujar Sagara membuat Kiyara mengerutkan keningnya.
"Kakak kenal?"
"Enggak tau. Tapi gue curiga, Ra."
"Maksud Kakak, orang itu sengaja?"
Sagara menoleh pada Kiyara dan mengangguk ragu. "Mungkin."
"Tapi buat apa?" tanya Kiyara bingung.
Sagara mengedikkan bahunya. Ia juga tidak tahu motif orang itu untuk apa. Tapi yang pasti, Sagara merasa orang itu mempunyai rencana jahat pada keluarganya.
"Gue minta, lo harus lebih hati-hati, Ra. Takutnya ada orang yang berniat buruk sama lo atau pun anak kita," ujar Sagara serius. Ia pun juga harus lebih berhati-hati sekarang dan menjaga atau mengawasi Kiyara lebih ekstra.
***
"Shit! Gagal lagi, gagal lagi! Kenapa cewek itu selalu beruntung sih!" Seseorang membanting setirnya merasa kesal karena lagi-lagi rencananya gagal.
"Gue udah relain bolos sekolah buat ngehancurin dia tapi malah jadi kayak gini!" Orang itu merasa dongkol. Kenapa rencananya tidak pernah berjalan dengan mulus?
"Arghh! Pokoknya lo harus hancur di tangan gue Kiyara. Gue bakal buat hidup lo menderita." Orang itu mencengkram foto Kiyara di tangannya dengan erat. "Liat aja. Ini bakal jadi balasan setimpal buat penderitaan gue selama ini." Dia tertawa psyico lalu menancapkan jarum-jarum ke foto itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
JugendliteraturSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)