28. INSIDEN KECIL
*******
"Oh iya, I have something for you." Sagara teringat balon yang tadi dia beli untuk Kiyara. Maka, laki-laki mengambilnya kemudian memberikan benda tersebut pada Kiyara.
Kiyara terkekeh kecil menerima balon berwarna putih dengan tulisan bermakna kata maaf tersebut dan membacanya. "Balon, tumben. Kesambet apaan beliin gue ginian?"
Sagara mengedikkan bahunya acuh. Ia memilih mendudukan dirinya di tepi kasur, mengutak atik handpone miliknya lalu membidik kamera pada foto USG bayi mereka.
"Ngapin difoto?" tanya Kiyara lagi.
"Buat nambahin koleksi foto di galeri gue," jawab Sagara sekenanya. Laki-laki itu kembali menatap Kiyara. "Ambilin handuk dong, Ra, gue mau mandi," titahnya kemudian.
Kiyara mengangguk. Menaruh balon tadi di samping tempat tidur, lalu mengambilkan handuk yang dipinta suaminya.
"Nih." Kiyara menyodorkan handuk tersebut pada Sagara.
"Thanks." Lalu Sagara beranjak dari hadapan perempuan itu.
****
Usai mandi dan berganti pakaian, Sagara keluar dari kamar mandi dengan membawa handuk di atas kepalanya. Laki-laki itu mengernyit kala melihat Kiyara berada di meja belajar miliknya fokus dengan sesuatu.
"Ngapain?" Sagara berdiri di belakang perempuan itu, mengagetinya.
"Eh, ini gue nemu album foto tadi, jadi liat-liat sekalian," ujar Kiyara menoleh sekilas pada Sagara lalu melanjutkan membuka tiap lembaran foto, memperhatikan dengan seksama.
"Foto?!" Sagara berubah panik hingga matanya sedikit melebar. Jantungnya pun berdegup lebih cepat seketika.
"Ini." Kiyara menunjukan album foto tersebut kepada Sagara, membuat Sagara yang melihatnya mengangguk lega. Secepat dia panik, secepat itu pula dia menormalkan ekspresinya menjadi tenang.
"Kenapa, kok kayak kaget gitu?" tanya Kiyara heran melihat ekspresi Sagara sebelumnya.
Sagara menggeleng kaku. "Gak papa. Yaudah lanjutin aja," katanya kemudian berlalu dari hadapan Kiyara.
Kiyara melanjutkan kegiatannya, menghiraukan Sagara. Ia kembali memperhatikan setiap foto dalam album itu, yang isinya rata-rata adalah potret keluarga besar Sagara.
Namun, saat Sagara benar-benar jauh dari pandangannya, Kiyara menghela napas berat dan mengambil satu foto yang sengaja ia sembunyikan ketika pertama kali melihatnya di laci belajar Sagara.
"Pemenang sebenarnya gue atau orang lain, ya?" lirih perempuan itu.
***
Sagara kembali ke kamarnya setelah satu jam lebih berada di ruangan Gibran untuk membahas kerjaan.
Laki-laki itu berjalan menuju tempat tidurnya. Berdecak pelan saat melihat Kiyara masih saja berkutat dengan album foto tadi.
"Kenapa belum tidur?" tanya Sagara setelah menarik salah satu kursi dan duduk di samping perempuan itu.
"Kak, ini siapa?" Bukannya menjawab, Kiyara malah bertanya balik seraya menunjuk foto seorang wanita yang ada di dalam album tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Teen FictionSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)