14. CEMBURU
******
Hari ini pelajaran kelas XII IPS 3 yaitu penjaskes. Seluruh siswa dan siswi kelas itu berada di lapangan outdoor untuk main futsal. Laki-laki dibagi menjadi dua tim. Dan perempuan dibebaskan untuk memilih olahraga apa saja.
Tim Sagara memenangkan permainan dengan baik. Cukup mudah bagi Sagara dan teman-temannya terutama Gilang karena mereka menguasai olahraga tersebut.
Sagara cs masih asik bermain padahal jam istirahat sudah berbunyi dan anak-anak kelas lain juga berhamburan menuju kantin. Sebagian ada yang memilih duduk di pinggir lapangan untuk menyaksikan permainan anak kelas XII IPS 3.
Saat permainan usai, Sagara duduk melingkar di bawah pohon beringin bersama teman-temannya. Keringat para laki-laki itu menetes di pelipis sehingga kaum hawa yang melihat seketika menjerit dalam hati.
"Tuhan, kalau dia jodohku dekatkan lah. Kalau bukan, aku tetap memaksa ya, Tuhan!"
"Jasa pelet yang ampuh dimana sih?"
"Kak Rio punya gue fiks no debat!"
"Pacar gue, tuh, Yayang Gilang!"
"Aku mau Kak Sagara, ya Allah!"
Begitulah isi jeritan hati warga betina yang memang mendambakan most wanted di sekolah ini.
Melihat figur seorang perempuan yang menarik perhatiannya, Rio berdiri dan menghampiri. Ia tersenyum tipis saat sudah berada di depan Kiyara.
"Hai," sapa Rio.
Kiyara tersenyum cangung dan membalas, "Hai."
"Mau kemana?" tanya Rio berniat mengakrabkan diri dengan Kiyara. Padahal pertanyaan ini sangat basi karena jawabannya sudah jelas dapat ditebak.
"Sama kayak yang lain, gue mau ke kantin sama Flora juga."
Rio mengangguk. "Gue boleh nitip air mineral, nggak?"
Diam-diam Kiyara melirik Sagara yang juga memperhatikannya. Mata laki-laki menyorot tajam seolah menyuruh Kiyara menolak.
Merasa tidak enak, Kiyara mengangguk kaku. "Boleh, Kak. Mau berapa?"
"Satu aja cukup. Nih uangnya. Gue tunggu di sini, ya," ujar Rio kemudian memberikan selembar uang bernilai sepuluh ribu pada Kiyara.
Kiyara mengangguk dan tersenyum kecil. Ia segera mengajak Flora pergi dari area lapangan setelah melihat Sagara membuang napas kasar dan memalingkan wajahnya.
"Kak Gara marah, nggak, ya?" batin Kiyara resah.
"Harusnya lo tolak aja tadi, Ra." Flora berkomentar di sebelah Kiyara sehingga Kiyara tersadar dan menatapnya.
"Salah, ya, Flo?" tanya Kiyara.
"Nggak tau. Tapi tadi Kak Sagara kayaknya nggak suka deh liat interaksi lo sama Kak Rio," sahut Flora makin membuat Kiyara tidak tenang.
Sebenarnya Kiyara sangat ingin menolak. Tapi rasa tidak enaknya pada Rio lebih mendominasi. Mana juga Rio baik sampai memberi Kiyara bunga dan coklat. Tidak tahu diri kalau Kiyara menolak saat Rio hanya menitip sesuatu padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Teen FictionSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)