22. PASAR MALAM : BERSAMA MEMBUKA HATI
*******
"Hati-hati Ra." Sagara berdiri di belakang Kiyara untuk menuntun perempuannya berjalan. Tangan kokohnya juga ditaruh di kedua bahu Kiyara, memastikan istrinya tersebut tetap aman.
Dengan mata ditutup kain, Kiyara berjalan pelan. Beberapa kali ia hampir limbung namun Sagara selalu berhasil menjaganya agar tetap seimbang.
"Kakak bawa gue kemana sih?" tanya Kiyara mulai pemasaran. Sebenarnya sudah penasaran sejak awal Sagara mengajaknya. Karena dari dalam mobil hendak berangkat matanya sudah ditutup oleh laki-laki itu.
Sagara tersenyum geli. "Ada deh. Entar lo juga tau."
Semakin lama suara ramai terdengar makin jelas di telinganya. Kiyara juga menebak-nebak dimana sekarang dirinya berada. Sedang Sagara di belakang masih setia menuntunnya.
"Masih jauh gak?" Kiyara bertanya lagi.
"No. Tunggu bentar." Sagara berhenti dan otomatis Kiyara juga berhenti.
"Udah nyampe?"
Sagara mengangguk yang nyatanya tak dapat Kiyara lihat, lalu laki-laki itu bersiap membuka kain yang telah ia pakaikan untuk menutup mata Kiyara sembari mulai berhitung.
"Tiga!"
"Dua!"
"Satu!"
"Now, open your eyes!"
Kiyara membuka matanya perlahan. Gerlap gerlip lampu warna warni memasuki retina matanya. Dia mengerjap beberapa kali. Pasar malam. Benar dugaannya. Di sini lah pasangan itu sekarang berdiri, melihat keramaian di depan mata mereka.
Hal sederhana namun selalu sukses membuat Kiyara menutup mulutnya takjub. Pasar malam adalah salah satu tempat menyenangkan yang selalu ia sukai. Kiyara memutar tubuhnya ke belakang, menatap Sagara terharu. "Thank you, Kak," ucapnya dengan tulus.
Sagara tersenyum lalu mengangguk. "Untuk sekarang ke sini dulu gak papa, ya? List tempat yang mau lo kunjungin tadi udah gue catet. Dan gue pastiin kita bakal ke sana nanti."
Kiyara tidak salah dengar? Padahal tadi dia hanya iseng berceletuk dan Sagara benar-benar menganggapnya serius. Tapi tidak masalah. Lagi pula mengunjungi tempat-tempat itu adalah bagian dari mimpinya.
It's her dream.
"Are you happy, Ra?" Sagara bertanya lembut ketika mata Kiyara berpedar pada berbagai wahana yang ada dengan pandangan takjub.
Menoleh, Kiyara berseru dengan kepala naik turun, "Banget!" ujarnya kelewat bahagia. Bahkan perempuan itu secara refleks langsung menubruk tubuh Sagara.
Sagara cukup kaget saat mendapat pelukan tiba-tiba. Namun sedetik setelahnya, ia kembali tersenyum, balas mendekap hangat perempuan yang menyandang status sebagai istrinya itu. Tangannya dengan lembut menyusuri tiap helai rambut Kiyara.
"Ayo masuk. Malem ini lo boleh minta apa aja sama gue," ujar Sagara saat pelukan mereka terlepas.
"Serius?! Kalau gitu gue mau main itu, itu, itu, pokoknya semuanya!" Kiyara menunjuk pada berbagai wahana.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Teen FictionSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)