34. LITTLE PARTY
******
Pulang sekolah, Kiyara langsung membersihkan dirinya di kamar mandi. Setelah selesai, ia menyiapkan pakaian Sagara karena laki-laki itu akan ke kantor hari ini.
Kiyara mendudukan dirinya di kursi belajar. Perempuan itu membuka buku LKS nya untuk mengerjakan PR Sejarah.
20 menit berlalu, barulah Sagara masuk ke kamar mereka setelah tadi berbincang dengan Erwin lebih dulu. Sagara menaruh tasnya di meja.
"Gue ada salah, ya, Ra?" Pertanyaan Sagara membuat Kiyara berhenti menulis sesaat.
"Enggak tuh." Kiyara menyahut sambil mengedikkan bahunya, melanjutkan tugasnya.
Sagara menyenderkan tubuhnya di meja itu memperhatikan Kiyara. "Kalau gak ada, kenapa dari kemaren diem aja?"
"Biasa aja. Perasaan Kakak kali," timpal perempuan itu acuh.
Sagara memandangnya lama. Melipat kedua tangannya di dada. "Ra, kalau ada sesuatu tuh bilang. Gue bukan cenayang yang bisa baca pikiran orang."
Melihat perempuan itu tak merespon, membuat Sagara berdecak pelan. "Kenapa sih? Lo marah? Atau ngambek? Coba bilang apa susahnya sih? Jangan dipendem sendiri gitu. Kita udah janji kan, bakal terbuka satu sama lain?"
Kiyara akhirnya mendongak balas menatap cowok itu. "Oke. Jawab jujur, siapa cewek bule yang Kak Alvin sebut semalam?"
Sagara terdiam sejenak. Jadi karena ini Kiyara mendiaminya.
"Mantan gue," jawab Sagara jujur.
"Mantan?"
"Hm. Tapi lo tenang aja. Gue udah gak ada hubungan apa-apa sama dia." Jelas Sagara tak ingin membuat Kiyara salah paham.
"Ada hubungan juga gak papa," dengkus Kiyara pelan.
Sagara mendengarnya cukup jelas. Laki-laki itu berdecak tidak suka. "Apa sih, Ra. Orang gak ada juga. Jadi cuman karena ini, lo ngediemin gue dari semalem?"
"Cuman? Kak, ini tuh penting."
"Kalau penting, harusnya lo tanya ke gue dari kemaren biar bisa gue jelasin. Bukan diem aja malah jadi beban pikiran."
Kiyara menghela napasnya. Sagara benar, seharusnya ia langsung saja bertanya, bukan menunggu orang itu yang bercerita. Karena tidak semua orang peka terhadap hal-hal seperti ini.
"Maaf karena udah buat Kakak bingung," ucap Kiyara pelan.
Sagara tersenyum, ia mengelus rambut Kiyara. "Lain kali jangan kayak gitu lagi," pesannya.
***
Orang itu mengetukkan jari-jarinya di atas meja. "Gue harus lebih hati-hati lagi nyusun strategi."
Ia menampilkan smirk psycho setelah melihat foto yang baru dikirim seseorang ke nomornya itu. "Lo bakal hancul ditangan gue." Gumamnya penuh dendam.
Orang itu mengetikkan balasan pada roomchat itu.
Lo awasin terus mereka. Rencana kali ini harus berjalan mulus!
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Teen FictionSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)