27. WILL SHE COME BACK
******
Usai periksa kandungan, Sagara langsung berangkat ke kantor. Sedang Kiyara ikut mobil Ana. Mereka tidak langsung pulang karena Ana ingin mengajak Kiyara ke suatu tempat terlebih dahulu.
"Pak, kita jemput Amora dulu, ya, di tempat lesnya, baru jalan ke tempat yang saya bilang tadi," titah Ana pada sopir pribadi keluarga mereka.
"Baik, Bu Bos."
Ngomong-ngomong tentang hasil periksa tadi, kandungan Kiyara dinyatakan baik. Janin di perutnya berkembang dengan sempurna seperti usia kehamilan yang ia jalani ini.
"Kenapa, Sayang?" tanya Ana ketika melihat menantunya dari tadi hanya diam memperhatikan luar dari kaca mobil. Sedikit khawatir Kiyara kenapa-napa.
Kiyara menoleh lalu menggeleng. "Ah, enggak papa, Mom," sahutnya canggung.
Ana tersenyum, lalu menggenggam tangan menantunya lembut. "Sayang, Mommy itu ibu kamu juga. Kalau ada sesuatu, kamu bilang aja. Gak usah sungkan gitu."
Kiyara ragu. Ingin menyampaikan tapi ia merasa tidak enak. Mungkin jika bersama Sagara, Kiyara akan berterus terang. Tapi ini Ana, mertuanya. Dan ada rasa segan dalam diri Kiyara saat berinteraksi dengan wanita itu.
"Atau kamu pengen rujak buah? Makanan? Atau apa. Bilang aja sama Mommy. Pasti Mommy beliin." Ana menawarkan.
Kiyara menggigit bibir bawahnya ragu. Melihat ketulusan dari wajah Ana, suara halus perlahan keluar dari bibirnya. "Emm, sebenernya, tadi aku liat toko boneka. Terus ada satu boneka yang dipajang paling depan toko."
Ana cepat tanggap, wanita cantik itu terkekeh geli. "Oke, Mommy paham," angguknya sembari kembali menatap depan. "Yaudah, Pak, kalau gitu puter balik dulu, kita ke toko yang dimaksud anak saya."
"Siap, Bu Bos."
Kiyara tercengang melihat respon Ana. "Eh M-mommy mau beliin buat aku?" ujar perempuan itu bertanya. Mertuanya sepeka itu ternyata.
"Of course. Apa sih yang enggak buat menantu cantik Mommy ini." Ana tersenyum mengelus surai Kiyara lembut.
"Makasih Mom," ujar Kiyara tulus.
"You're welcome, Sayang." Ana memeluk Kiyara hangat.
Entah berapa kali Kiyara harus berterima kasih kepada Tuhan, karena mengiriminya mertua sebaik Ana. Kiyara sangat bahagia, dikelilingi oleh orang-orang baik.
Saat tiba di toko boneka. Kiyara dan Ana segera turun. Mereka berdiri di deretan boneka yang ada di depan toko itu.
"Bonekanya yang ini, kan, Ra?" tunjuk Ana pada boneka paling besar.
"Iya, Mom," cicit Kiyara lagi-lagi tak enak karena merasa merepotkan. Boneka itu pasti mahal harganya. Tapi bukan selalu tentang harga juga.
"Ada yang bisa saya bantu?" Salah satu karyawan di toko itu menghampiri kemudian bertanya ramah pada Ana dan Kiyara.
"Saya mau pesan boneka ini. Nanti langsung diantarkan ke rumah saya, bisa?" tanya Ana, menunjuk boneka yang Kiyara inginkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Fiksi RemajaSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)