10. SELANGKAH LEBIH DEKAT
*******
"Tidur, Ra," suruh Sagara jengah. Pasalnya sudah makan, sudah kenyang, Kiyara bilang ingin tidur. Namun sampai detik ini perempuan itu belum juga masuk ke mimpi.
"Ga jadi ngantuk," balas Kiyara sambil memainkan ponselnya.
"Terus ngapain di sini?"
"Ya gini aja."
"Mending ke kelas deh. Lo belajar. Gurunya ngajar, kan?" tanya Sagara.
"Males. Maunya rebahan doang. Ga mood belajar." Kiyara menyahut dengan santai.
Hal yang sangat terbalik dengan Kiyara dulu. Mungkin karena hamil, Kiyara seperti ini. Malas. Dulu kata itu tidak ada dalam kamusnya.
Sagara menghela napas pelan. Ia berdiri yang sontak membuat ekor mata Kiyara langsung melirik. Tak tinggal diam, tangan istrinya itu juga menahan agar langkah Sagara berhenti.
"Mau kemana?" tanya perempuan itu. "Gue, kan, minta Kakak nemenin gue."
"Ke sana. Bentar, Ra."
Kiyara memperhatikan Sagara. Cowok itu mengunci pintu UKS dan kembali lagi ke dekatnya.
"Kenapa dikunci? Nanti kalau ada yang mau masuk gimana?" Kiyara bertanya.
"Mapel kelas lo di jam ini apa?" Bukannya menjawab, Sagara malah balik bertanya juga.
"Biologi."
Senyum misterius dari bibir Sagara, membuat kening Kiyara mengernyit.
"Bagus. Belajar sama gue aja. Tapi langsung praktek," ucap Sagara seraya membuka kancing seragamnya dari atas.
"Praktek apa?" Kiyara masih belum paham dan bingung dengan ucapan Sagara.
"Praktek ini." Merebut ponsel Kiyara dari pemiliknya, lalu Sagara menyingkap seluruh gorden yang mengelilingi kasur tempat Kiyara saat ini berbaring hingga tertutup.
Selanjutnya hanya Tuhan dan mereka berdua yang tahu apa yang terjadi. Author tidak bisa menceritakan karena juga tidak tahu.
Yuk bisa yuk positif thingking.
***
Mendapat predikat murid berprestasi tentunya masuk golongan rajin dalam mendengarkan guru mengajar di kelas. Itu lah hal yang melekat pada Kiyara dan Flora. Dua perempuan tersebut termasuk kesayangan guru karena memiliki otak yang cerdas dan selalu juara kelas.
Seperti jam terakhir ini, pelajaran yang paling Kiyara sukai, Bahasa Inggris. Siswi kelas XI Mipa itu tengah mendengarkan materi dengan baik.
Begitu lonceng pulang berbunyi, heboh dan semangat langsung memenuhi suasana. Apalagi untuk kaum pemalas dan suka tidur di kelas. Mereka akan langsung bersorak gembira saking bahagianya.
"Cukup sekian materi dari saya. Minggu depan kita lanjutkan lagi. Kalau ada yang kurang paham silakan bertanya melalui chat WhatsApp. Permisi." Guru yang mengajar Bahasa Inggris itu pamit keluar lebih dulu.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Teen FictionSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)