35. SASYA MIRABELLA
*******
Hari ini sekolah di gemparkan dengan kedatangan siswi baru yang katanya sangat-sangat cantik. Dan berita itu sudah terdengar sampai ke telinga Sagara. Laki-laki itu bahkan sampai bosan mendengar Gilang terus terusan membahas siswi tersebut.
"Gue yakin, Gar, lo pasti ngakuin kalau tuh cewek cakep parah. Nih gue ada fotonya, mau liat gak?" Gilang sangat bersemangat menceritakan tentang siswi baru tersebut. Sekarang ia mengeluarkan ponsel miliknya dan bersiap memperlihatkan salah satu foto pada Sagara.
"Gak. Gak usah." Sagara menolak mentah-mentah sebelum Gilang menyodorkan ponselnya.
Sagara menyedot minunan kalengnya, sesekali menoleh pintu kantin kelas sebelas menunggu Kiyara dan Flora. Tadi pagi ia sempat janjian untuk istirahat satu meja di kantin. Namun sampai detik ini, dua perempuan itu belum juga muncul.
"Mana Lang? Coba gue liat, cakep banget emang?" tanya Romi kepo.
"Yoilah cakep. Katanya sih dia pindahan dari luar." Gilang menyodorkan ponselnya kepada Romi.
Romi memperhatikan foto itu secara detail. Beberapa detik kemudian, ia membulatkan matanya kaget.
Ini kan....
"Bos, liat, Bos!" Romi menyodorkan ponsel itu pada Sagara secara mendadak.
"Apa sih, lo?" kata Sagara risih.
"Lo liat dulu goblok! Nih!" paksa Romi menghadapkan langsung ponsel Gilang ke wajah Sagara.
Sagara membola sama kagetnya. Bahkan lelaki itu secara refleks menyemburkan isi air dalam mulutnya ke sembarangan arah.
"Anjing! IPhone gue!" pekik Gilang saat ponselnya terkena semburan Sagara.
Sagara dan Romi saling pandang. Entah kenapa Sagara merasa takut sekarang. Kalau benar siswi itu adalah dia, Sagara harus apa sekarang?
"Ngapa saling tatapan gitu lo berdua, homo?" Tanya Rio santai sambil menikmati kentang gorengnya.
Kedua laki-laki itu langsung mengalihkan pandangan mendengar pertanyaan Rio. Sagara dan Romi sama-sama mendelik.
"Kan, gue bilang juga apa. Kaget kan, lo berdua?" ujar Gilang heboh. Cowok itu mengambil tisu untuk nge-lap ponselnya. "Duh, harta gue kasian banget. Lo sih, Gar. Kaget gak segitunya juga kali. IPhone gue ini," oceh Gilang meringis saat ponsel mahalnya terkena air.
"Btw, tuh cewek sabi kali, ya, buat nambahin list mantan gue?" lanjut Gilang ketika sebuah ide melintas di otaknya.
Raut wajah Sagara berubah dingin. Entah kenapa, rasanya tidak suka saat Gilang mengatakan hal tersebut.
"Kenapa komuk lo berubah gitu, Gar?" tanya Rio tenang ketika memperhatikan Sagara.
"Lo kenal sama tuh cewek?" Tembak Rio tepat sasaran.
Baru Romi ingin mewakili Sagara untuk menjawab, perkataanya tertahan di tenggorokan saat tiba-tiba ada seseorang menghampiri meja mereka.
"Hai, Gara."
Seorang gadis cantik berdiri diantara Sagara dan Gilang. Rambut panjang gadis itu terurai lurus dengan jepitan pita di bagian kanan. Kulitnya putih pucat dengan mata sedikit sipit. Tubuhnya tinggi semapai untuk ukuran gadis SMA.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAGARA [END]
Ficção AdolescenteSemua manusia memiliki rencana untuk masa depannya, tercapai atau tidaknya hanya takdir yang dapat menentukan. Cerita ini berkisah tentang dua anak manusia yang harus terjebak dalam ikatan pernikahan tanpa didasari rasa cinta di dalamnya. Sagara dan...
![SAGARA [END]](https://img.wattpad.com/cover/218625483-64-k300240.jpg)