23. KOLAM RENANG DAN RUMAH MERTUA

62.6K 5.5K 164
                                        

23. KOLAM RENANG DAN RUMAH MERTUA

*******

Sejak memutuskan untuk sama-sama membuka hati dan belajar saling mencintai, hubungan Sagara dan Kiyara jauh lebih baik. Mereka juga jadi terbiasa terbuka satu sama lain. Dan rasa kecanggungan di antara keduanya mulai mengikis seiring berjalannya waktu.

Contohnya seperti malam minggu ini, pasangan muda itu sedang berkunjung ke rumah keluarga Kiyara. Semenjak Kiyara pindah bersama sang suami, yang mengisi rumah hanya Bi Santi dan dua satpam yang baru direkrut oleh Erwin untuk jaga-jaga. Kebetulan ada sedikit barang yang ingin Kiyara ambil, jadilah ia mengajak Sagara ke sini malam ini. Rencananya mereka akan menginap.

Posisi pasangan itu sekarang ada di taman belakang rumah, lebih tepatnya kolam renang yang bersebelahan dengan lapangan basket khusus milik Kakak Kiyara, Alvin.

Angin malam terasa begitu sejuk ketika mengenai kulit putih Kiyara. Rambut panjangnya dicepol asal dan sisa anak rambut yang menggantung, bergerak-gerak diterpa angin. Kiyara memakai sweter maron kebesaran dan celana pendek setengah paha yang menontonkan kaki jenjangnya.

Sagara yang sedang berenang di kolam, menampakkan kepalanya. Rambut depannya basah dan menggantung di dahi. Sagara mengusap wajahnya kemudian tersenyum saat memandang ke arah Kiyara yang sekarang minum susu hangat di pinggir kolam dengan kaki dicelupkan ke air. Seketika jakunnya naik turun dan meneguk ludah melihat suguhan surga dunia itu.

Mulus. Jenjang. Menggoda.

Untung sudah sah. Jadi tidak berdosa ketika Sagara menikmati miliknya itu.

Kiyara memangku sebuah gitar yang ia ambil dari kamar Kakaknya. Rindu. Itu lah alasan utama kenapa ia memetikkan jari-jemarinya di senar bermain secara asal. Gitar tersebut milik Alvin. Kiyara sering meminjamnya. Dan Alvin selalu mengajari Kiyara cara memainkan alat musik itu dengan benar. Namun karena Kiyara memang tidak memiliki bakat seni di bidang musik, semua yang Alvin ajarkan pada dia tidak begitu berguna.

"Miss you so much, Kak. Kapan kita bisa bercanda lagi?" Kiyara menghela napas panjang seraya mendongak, menatap langit.

Perempuan itu memejamkan mata, berdoa. "Tuhan, tolong sembuhin Kakak."

Tiba-tiba Sagara mengagetkannya. Membuat Kiyara kehilangan fokus dan menatap Sagara.

"Gak gitu caranya."

Sagara muncul di depan Kiyara dengan tangan kiri bertumpu di paha perempuan itu. Ia meminum jus jeruk yang telah disediakan oleh Kiyara sebelumnya, sambil memperhatikan istrinya itu.

"Apa?" tanya Kiyara tak mengerti.

Sagara tersenyum lalu menunjuk gitar. "Cara main lo belum tepat."

Kiyara loading beberapa detik. Mengerti, seketika bola matanya membesar. Terlihat lucu dan Sagara selalu suka ketika Kiyara menunjukkan ekspresi seperti itu.

"Kakak merhatiin gue ya?" tanya Kiyara lagi.

Sagara tertawa kecil lalu memindahkan gitar di pangkuan Kiyara ke samping, tepat di pinggang kolam.

"Lo main gitar gak ada bagus-bagusnya," ledek Sagara.

"Serah gue lah. Orang gue gak bisa main juga, ya jadi asal aja."

SAGARA [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang