"Itu urusan gue! Karena Lara itu adek gue!" ujar Alex dengan lantang.
"Gue.ngga.peduli," jawab Bara acuh lalu dengan santainya dia berlalu melewati Alex.
Alex menggeram marah lalu kembali menarik Bara dan melayangkan bogem mentah ke rahang Bara.
Bugh!
"Gue diem bukan berarti gue nggak peduli Bar!" Alex berteriak lalu menendang perut Bara hingga terjatuh.
"Gue bukan Abang pengecut, yang ngebiarin adeknya di culik sama bajingan gila kayak lo Bar!!"
Bugh!
Bugh!
Alex bertubi-tubi memberikan tendangan dan bogem ke arah Bara. Melimpahkan kemarahan dan kekesalannya selama ini.
Alex menarik kerah Bara dan menatap nyalang. "DIMANA LO NYEMBUNYIIN ADEK GUE, BANGSAT!!"
"JAUH DARI SINI!!"
"ANJING!!" geram Alex lalu memberikan pukulan bertubi-tubi ke arah Bara. Tidak peduli beberapa orang dan security yang berusaha melerai.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Alex memberikan tendangan ke perut Bara. "Gue tanya sekali lagi. Dimana.lo.nyembunyiin.adek.gue.huh?!"
Bara mengeratkan rahangnya lalu dengan segera mendorong tubuh Alex menjauh darinya. Bara langsung berdiri dan pergi dari sana. Memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan penuh.
Alex yang tidak mau kehilangan jejak, dia pun langsung mengendarai motornya dan mengikuti Bara. Bara yang sadar dirinya diikuti oleh Alex, dia lalu semakin mempercepat laju mobilnya.
"Bangsat!" umpat Alex lalu semakin berusaha mengejar laju mobil Bara yang semakin cepat.
Tepat hampir di perempatan jalan lampu merah, Bara semakin mempercepat mobilnya karena detik hitung lampu hijau sebentar lagi akan habis. Bara langsung semakin menancap gas walau hanya tinggal lima detik lampu hijau akan berubah ke lampu merah.
Crashh!
Brakkk!
Motor Alex terjatuh dan dirinya terpental ke sisi jalan setelah di tabrak mobil dari arah samping. Alex telat mengejar mobil Bara karena lampu sudah berganti merah yang otomatis membuat rambu jalan di samping berganti hijau. Alex hanya bisa merintih kesakitan dan melihat mobil Bara yang semakin menjauh.