Chap 38. Trauma Again!

14K 799 84
                                        

"𝑫𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒔𝒖𝒌𝒂, 𝒍𝒂𝒏𝒕𝒂𝒔 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒌𝒂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"𝑫𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒔𝒖𝒌𝒂, 𝒍𝒂𝒏𝒕𝒂𝒔 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒌𝒂."
-
-
-

-✍︎-

"PERGI!!! Hiks.... PERGI!!!" teriak Lara dengan tangisnya yang pecah.

Bara menggeleng lemah dan berjalan pelan mendekati Lara. Tapi, langkahnya terhenti ketika sebuah kalimat terlontar dari bibir Lara.

"PERGI DARI S-SINI hiks... JANGAN GANGGU HIDUP hiks... LARA LAGI!! Hiks..."

Hati Bara sangat teriris mendengarnya. Lara adalah hidupnya, bagaimana bisa Bara bisa pergi dari Lara?

"Lara--"

Kini Alex yang turun tangan, dia langsung menarik Bara keluar secara paksa.

"Lo pergi!" ucap Alex tegas.

"Gue.nggak.akan.pergi!" jawab Bara penuh penekanan.

Alex menjambak rambutnya frustasi. "Lo egois, Bar! Egois! Untuk saat ini, jangan munculin diri lo di hadapan Lara!"

"Lo nggak kasihan sama dia, hah? Lo nggak kasihan dia ketakutan saat liat ada lo? Lo tega liat Lara nangis dan teriak kayak tadi? Lo emang egois Bar! Nggak pantes buat Lara!" tindas Alex tajam.

Mungkin perkataan Alex ada benarnya juga. Bara memang egois dan tidak pantas untuk Lara.

Bara menunduk, lalu mengangguk samar. "Salam baut Lara. Gue bakal balik lagi."

Bara tersenyum tipis lalu berbalik badan berjalan menjauh menuju ujung lorong untuk menaiki lift. Bara keluar dari gedung rumah sakit, mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi mansion.

Bara terlihat melamun menatap kosong ke arah depan. Rahangnya mengeras dengan tangan yang mengepal kuat. Kini, Bara sudah berada di mansion nya. Bara masih tidak menyangka jika reaksi Lara akan sangat takut kepadanya.

"ARRGHH!! BANGSAT!" teriak Bara frustasi sambil memecahkan beberapa benda atau menendangnya asal.

Bara menjatuhkan tubuhnya di sofa. Memijat pelan pangkal hidungnya karena dirinya merasa sangat-sangat kacau. Ini di luar kendalinya. Bara terlalu cemburu dengan Alex yang ternyata adalah kakak kandung dari Lara sendiri. Dan kini, berujung dengan Lara yang trauma dengan dirinya.

"Shitt!" umpat Bara.

Bara menyesal. Sangat-sangat menyesal. Jika waktu bisa di putar, Bara tidak akan menghukum Lara dengan kejamnya.

"Aarghh! Sialan!"

Bara menjambak rambutnya karena merasa sangat frustasi. Dan sekarang, Winda mulai membencinya. Apalagi Lara? Sangat kecil kemungkinan jika Bara di perbolehkan untuk bertemu dengan Lara.

Baralara [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang