Chap 47. Go back and Go

10.8K 694 201
                                        

"𝑫𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒔𝒖𝒌𝒂, 𝒍𝒂𝒏𝒕𝒂𝒔 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒌𝒂

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"𝑫𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈 𝒅𝒆𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒓𝒂𝒔𝒂 𝒔𝒖𝒌𝒂, 𝒍𝒂𝒏𝒕𝒂𝒔 𝒑𝒆𝒓𝒈𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒊𝒏𝒈𝒈𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝒍𝒖𝒌𝒂."

.
.
.

-✍︎-

Jalanan ibu kota saat ini sedang tidak terlalu ramai. Mobil hitam itu berjalan dengan kecepatan rata-rata. Membelah jalanan yang lancar.


Lara hanya duduk terdiam di kursi belakang. Sedangkan Bara? Bara fokus menyetir. Suasana ini benar-benar sangat canggung.

"Bara?" panggil Lara. Tapi, tidak ada sahutan apapun dari Bara.

Setelah beberapa menit sampai di depan rumah Lara, Bara membukakan pintu untuk Lara.

Bara tersenyum tipis dan kembali menggandeng tangan Lara untuk masuk ke rumah Lara.

Tok! Tok! Tok!

Setelah beberapa kali Bara mengetuk pintu rumah Lara, akhirnya keluarlah seorang pembantu yang biasa di panggil Lara dengan panggilan 'Bibik'.

"Non Lara?!" ucapnya tidak percaya lalu segera memeluknya tubuh anak majikannya itu.

"Non Lara kemana aja? Kasihan Maminya Lara sama Den Alex nyariin."

Lara menggeleng dan mengusap air matanya sendiri. "Bibik, sekarang Mami kemana? Hiks..."

"Sekarang mereka ada di rumah sakit, Den Alex kecelakaan," bahu Lara merosot dan pandangannya mulai kosong.

"Masuklah ke mobil, aku akan mengantarmu," ujar Bara lalu mereka pun memasuki mobil dan menuju rumah sakit.

Selama perjalanan, Lara hanya diam dan menangis. Pandangannya lurus ke depan dan tangan yang bertaut menandakan dia sangat khawatir.

Bara hanya bisa terdiam menyesali semua perbuatannya. Menyesal? Sudah berapa kali Bara menyesal?

Setelah beberapa menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di depan bangunan rumah sakit dan langsung masuk menanyakan ruangan ke resepsionis dan langsung memasuki lift.

Cklek~

"Bang Alex?" panggil Lara lirih membuat Alex dan Winda yang berada di dalam ruangan kaget.

Lara dengan cepat menghampiri Alex yang tengah terbaring di brankar rumah sakit. Menumpahkan tangisnya di atas dada Alex.

"Bang Alex hiks... hiks... maafin Lara."

"Lara hiks... udah buat Bang Alex kayak gini hiks.... Gara-gara Lara, Bang Alex kecelakaan hiks... hiks..."

Alex tersenyum tipis lalu memeluk adik perempuan yang cengeng itu. "Ini bukan salah Lara. Jangan nangis."

Baralara [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang