(7)Kenzi berulah lagi

292 19 0
                                        

Jangan lupa vote, ya...

"Nanti abang jemput nggak nih?! " teriak pria itu ke seorang adiknya yang tengah berlari menjauh.

Gadis yang memakai tas merah jambu itu membalikkan badan. "Nggak usah, aku bareng Kenzi aja! " teriak gadis itu lalu kembali berlari menjauh. Gadis cantik itu adalah Mawar.

Dapat dipastikan hari ini Mawar terlambat. Semuanya karena Kenzi. Kenzi bilang ia akan menjemput Mawar, tapi itu hanyalah omong kosong. Mawar sudah menunggu, tapi Kenzi tidak kunjung datang, sampai ia telat seperti ini. Entah kemana pria itu.

Mawar menghela nafas, sedikit tenang, melihat hari ini cukup banyak orang yang telat. Mawar berdiri dibarisan belakang, dengan nafas yang masih terengah-engah.

"Kenzi, kemarin lo juga telat, " ujar anak osis yang bertugas hari ini, Nino namanya.

Kenzi mendesah pelan, melihat gadis yang ada disampingnya dengan kesal. "Gara-gara dia, No. Ngapain gue yang dimarahin, " ujar Kenzi, seakan tidak terima dirinya dimarahi.

Gadis itu reflek mendelik, memukul lengan Kenzi dengan kesal. "Lo aja kali yang muter-muter dulu. Dia lewat jalan lain, makanya jauh." gadis itu bergumam diakhir ucapannya.

Nino mengangguk, sambil mengetuk-ngetuk pulpen yang ada ditangannya ke atas meja. "Iya, gue liat sih lo pagi udah stay nunggu ojek dipersimpangan," ujar Nino masih mengangguk-ngangguk. "Eh tapi kok bisa sama Kenzi? Rumah kalian 'kan nggak searah? " lanjut Nino bertanya sedikit kebingungan.

Kenzi menggaruk-garuk takuknya yang tidak gatal, sebelum berkata. "Ya...bukan urusan lo lah! "

Nino berdecak kesal. "Yaudah, alasan lo telat, Melati? " tanya Nino kepada Melati yang berdiri disamping Kenzi.

"Ya, dibawa mutar-mutar sama ni orang lah!" ujar Melati melihat Kenzi dengan sinis.

Kenzi mencibir. "Tapi lo seneng 'kan?"

"Udah! Bisa diem nggak sih lo Kenzi! Gue nanya sama Melati! " marah Nino, karena Kenzi selalu menyahuti, padahal dirinya tidak ditanya.

Kenzi berdecak acuh melihat Nino yang tiba-tiba mengamuk. "Lo disini aja beraninya, lewat depan kelas gue aja lo nunduk, " gumam Kenzi, membuat Nino mendelik dan melempar pulpen yang ia pegang ke arah pria itu.

Tanpa Kenzi sadari ada Mawar yang terpaku dibarisan belakang. Tubuh Mawar seakan melemas mendengar itu. Sekarang Mawar tahu kenapa Kenzi tidak menjemputnya, itu semua karena Melati.

Mawar mencoba untuk tenang, ia mencoba untuk menahan air matanya, membuat hatinya teramat sakit dan sesak. Baru malam tadi Kenzi berjanji, dan kini ia sudah mengingkari janji itu.

Merasa tidak tahan berlama-lama disini, Mawar langsung menerobos ke barisan depan. Kenzi yang menyadari itu langsung mendelik, diikuti dengan Melati.

Melati meneguk ludahnya karena takut. Melati benar-benar tidak mau bermasalah dengan seorang Mawar. Menurut Melati bermasalah dengan Mawar sama saja mencari masalah dengan seluruh siswa-siswi disekolah ini. Lebai memang, tapi begitulah kenyataannya. Mawar itu salah satu siswi pembawa nama baik sekolah, tentu saja dirinya disayang dan dijaga.

Melati tidak mau dirinya disebut merebut Kenzi dari Mawar, bisa-bisa ia dibenci karena itu.

Nino yang menyadari kehadiran Mawar yang secara tiba-tiba mendelik, dan sedikit terkejut. Untuk pertama kalinya Mawar terlambat. "Mawar? "

Kenzi meringis, mencoba untuk bersikap tenang dan tidak gelisah. "Ee lo telat juga? Gue pikir lo udah duluan. Soalnya gue kesiangan." Kenzi terkekeh hambar, mencoba untuk sesantai mungkin. "Makanya gue nggak singgah dirumah lo. "

Kenzi pikir Mawar tidak mendengar pertikaiannya dengan Melati tadi.

Melati terpaku, menyadari Kenzi telah berbohong kepada Mawar. Kenzi tidak siangan. Kenzi datang mengajak Melati pergi bersama pagi hari, lalu berkeliling entah kemana membuat mereka terlambat. Kenzi tidak singgah dirumah Mawar ya karena dirinya membonceng Melati.

Mawar memaksakan senyumannya, berlagak tidak terjadi apa-apa. "Oh, ya? " tanya Mawar semangat.

Kenzi mengangguk. "Iya gue malam begadang, kesiangan deh bangunnya."

"Gue tau lo bohong." garis wajah Mawar langsung berubah menjadi datar, dan langsung berpaling ke Nino.

Kenzi mengatupkan bibir seketika, ia serasa tertembak oleh ucapan Mawar barusan. Kenzi ingin berkata, tapi didahului oleh Nino.

"Gue nggak nyangka lo telat, Mawar. Lo itu wakil ketua osis loh, seharusnya lo jadi contoh dari semuanya. Kalau gini sama aja lo malu-maluin nama osis, " ujar Nino sambil membalik-balik buku yang ada didepannya. "Alasan lo telat apa? "

Mawar menghela nafas berat. "Gue nunggu orang, katanya dia yang bakal jemput gue. Tapi dia nggak dateng-dateng. Eh ternyata sama cewek lain mutar-mutar. " suara Mawar bergetar, tapi dirinya mencoba untuk tenang.

Kenzi ingin berkata, tapi dirinya langsung ditatap tajam oleh Mawar.

Nino yang mengerti jadi menipiskan bibir. Sedikit merasa miris dengan perjalanan cinta Mawar. "Nggak usah percaya sama buaya," ujar Nino membuat Kenzi mendelik dan mengumpat didalam hati.

Mawar mengangguk, tidak lupa ia tersenyum. Senyuman yang menggambarkan kesedihan yang mendalam. "Ayo No. Langsung kasih hukuman aja buat gue."

"Buat lo, nyapu dididepan mushola, sama...." dengan mata menyipit Nino melihat mereka satu persatu.

"Sama gue aja," ujar Kenzi cepat.

"Nggak, gue sama..." Mawar langsung menoleh kebelakang. "Gue sama Hito aja, " lanjut Mawar, menyebutkan nama seorang pria kelas sebelas ipa 4 yang terlambat juga.

Nino mengangguk. "Yaudah, langsung ke tkp. Kalau udah siap langsung lapor. "

"Oke. "

TERIMA KASIH BANYAK UDAH BACA SAMPAI AKHIR.

JANGAN LUPA REKOMENDASIIN CERITA INI KE TEMAN-TEMAN KALIAN YA...

Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya juga

LUV💜

KENZI (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang