(51)Extra part

845 29 7
                                        

Dengan senyuman yang merekah Kenzi merebahkan tubuhnya. Malam ini ia akan melakukan ritual yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang telah memiliki pacar, yaitu: chat'an sambil senyum-senyum sendiri. Iya, sebahagia itu rasanya jika sudah memiliki pacar. Beda dengan status jomblo, memandangi layar ponsel dengan wajah datar. Jika ada chat masuk ya syukur, kalau tidak ada, yasudah.

Sebelum mengirimi Mawar pesan singkat, Kenzi terlebih dahulu mengganti nama kontak gadis itu, menambahkan emot love dibelakang namanya.

Kenzi: hai

Kenzi: sayang

Kenzi: :(

Kenzi: baru tadi jadian, sekarng udah dicuekin aja

Kenzi: Mawarrrrr

Kenzi: lagi bareng gibran nih pasti

Kenzi: hai cantik

Kenzi: oi

Kenzi: gila lo

Kenzi: gue  sekarang pacr lo

Kenzi: ngapain sih?

Kenzi: cuekin cuekin

Mawar❤: iyaaaaaaa

Mawar❤: ini gue lagi belajar

Kenzi: malming nih

Kenzi: keluar yuk

Mawar❤: gue lagi belajar

Kenzi: belajar apa?

Kenzi: sama siapa?

Mawar❤: gibran

"Bangsat! " umpat pria itu, sembari melempar ponselnya kedepan. Namun beberapa saat kemudian ia kembali menjangkau benda pipih itu.

Kenzi: ngapain bareng dia?

Kenzi: nggak ijin dulu sama gue?

Kenzi: GUE INI PACAR LO

Mawar❤: Ken...

Mawar❤: kita lagi nyari2 cntoh soal olim kemerin, buat adik kelas

Kenzi: gue kesana

Mawar❤: ngapain?

Kenzi: kenapa nggak boleh?

Kenzi: tau gue

Mawar❤: apasih

Kenzi: otw

"Hmm! " usai membuka pintu kamar Mawar Kenzi langsung berdehem, sedangkan dua insan didalam sana memandangi Kenzi dengan kening mengkerut.

"Gue udah jadian sama Mawar, Bran." ujar pria itu, sembari mendudukan bokongnya didekat Mawar, sangat dekat, sampai-sampai gadis itu sedikit menggeser untuk menjauh. Tindakkan Mawar barusan sukses membuat Kenzi mendelik.

"Gue udah tau. " jawab Gibran tenang, sembari membalik-balik kertas yang ada didepannya.

Kenzi berdehem sebelum benar-benar berkata. "Kalau udah tau, kenapa masih deket-deket sama Mawar? "

Mawar berdecak keras, sedikit kesal dengan Kenzi yang tiba-tiba datang dan langsung menghakimi Gibran. "Apasih, Ken..."

"Gue nggak suka liat kalian deket-deket gini. Lo juga nggak ijin sama gue, kalau mau ngapa-ngapain sama cowok ijin dulu, termasuk sama Gibran." Kenzi menampakkan wajah marahnya, dan sedikit menjauh dari Mawar.

Mawar menghela nafas berat. "Ini Gibran, Ken...sahabat lo, dia nggak ngapa-ngapain. Emang lo nggak percaya sama gue? "

"Tapi dia 'kan suka sama lo. " gumam Kenzi, dapat didengar dengan jelas oleh Mawar. Lantas gadis itu langsung memukul Kenzi. "Gue bukan nggak percaya sama lo, tapi gue takut aja. " Kenzi kembali mengoceh.

KENZI (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang