Part 11: Dangerous

23.9K 794 17
                                        

Happy Reading...
.
.
.
.

Ella menepati janjinya, kalau ia akan terus berteman dengan Gio. Hari ini, Gio sudah diperbolehkan pulang, dan Gio menghubungi Ella untuk mengajak makan malam di restoran.

Karena Sean sedang berlibur dengan Luna, Ella memanfaatkan kesempatan itu, rasa Ella kepada Gio masih sama, Tentu saja melupakan lelaki yang sudah beberapa tahun bersamanya tidaklah mudah.

Gio memesan restoran yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya, dan ternyata restoran itu milik Gio sendiri, Hadiah dari ibunya saat Gio ulang tahun ke 18 tahun.

Restoran itu cukup ramai ternyata, restoran itu sudah berdiri cukup lama dan dibeli oleh orang tua Sean. Gio menjemputnya di rumah, sebenarnya Ella tidak mau karena takut jika Sean akan tahu, tapi Gio memaksa.

Gio sudah menyediakan ruangan VIP di restoran itu. Restoran itu cukup mewah, ada dua lantai dan lantai atas adalah ruangan VIP. Ruangannya sangat tertutup bahkan ada pintu di setiap ruangannya. Kata Gio tempat itu sudah lama di kelola oleh keluarga Gio, tapi kenapa Gio baru mengajaknya sekarang.

Gio sudah memesankan makanan kesukaan Ella. Ella kagum dengan Gio, meskipun sudah putus tapi Gio masih menunjukan keromantisannya.

"Kamu bener-bener udah sembuh Gi. Aku turut seneng" ujar Ella.

Gio yang sedang menuangkan minuman untuk Ella itu tersenyum begitu menawan. Gio meletakan gelas itu di depan Ella lalu duduk di kursinya.

"Sebenernya agak kesel karena bekas luka di wajah aku susah ilang. Tapi mau gimana lagi" ucap Gio sambil mengerucutkan bibirnya.

Ella tertawa pelan.

"Malu deh sama kamu" celetuk Gio.

"Kenapa malu? Luka itu nggak akan mengurangi kadar ketampanan kamu kok hahaha" canda Ella.

Gio ikut tertawa, lelaki itu menopang dagunya dengan kedua tangan, mengamati wajah cantik gadis yang sudah berganti status menjadi mantan pacarnya itu.

"Sebenernya Kak Mira maksa banget buat ikut, tapi aku nggak mau. Mungkin ini terakhir kalinya aku bisa ketemu kamu, sebelum aku balik ke New York lagi. Dan aku akan memanfaatkan momen ini sebaik mungkin" Ujar Gio.

"Kamu balik ke New York? Secepat itu?" Kaget Ella.

"Hmm.. aku udah ambil libur hampir dua bulan karena kecelakaan itu. Aku harus lanjut kuliah, aku nggak mau bikin Mama dan Papaku kecewa" jawab Gio.

Sebenarnya Ella agak sedih. Tapi, ia sadar kalau Gio bukan lagi pacarnya. Melainkan teman, entah kenapa Ella sedikit sedih karena Gio akhirnya mau melepaskannya.

"Gimana kuliah kamu?" Tanya Gio.

"Baik sih, ternyata nggak sesulit yang aku pikir. Sejauh ini meskipun banyak yang harus aku kerjain tapi enjoy aja sih" jawab Ella.

"Jelas. Kamu kan pinter, jadi kalo masalah itu mah gampang buat kamu"

"Nggak juga" jawab Ella.

Ella sedang menahan rasa mual dan pusing yang sejak tadi pagi menyerang kepalanya. Sepertinya Ella harus periksa ke dokter besok, Ella takut jika lambungnya semakin parah karena Ella sering melupakan makan akhir-akhir ini.

"Aku harap kita masih bisa saling menghubungi Ella, seperti dulu. Kamu sendiri yang bilang kalau kita berteman kan" ujar Gio.

"Tentu dong Gio. Meskipun status kita udah berubah, tapi kamu tetap jadi orang yang spesial di hidup aku"

Gio senang mendengarnya.

"Aku akan tetap ada di belakang kamu kok La. Jadi apapun keputusan kamu nanti, kalo kamu capek kamu bisa datang ke aku lagi" ucap Gio.

Obsessed With You #Seri 1 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang