Happy Reading....
.
.
.
.
.
Sean tak pulang semalaman, mobil Sean yang biasa terparkir di depan rumah mereka tak ada sejak kemarin. Kemarin Sean sempat pulang tapi Sean sama sekali tak mau berbicara dengan Ella. Sean hanya berganti pakaian lalu pergi lagi. Sekarang sudah pagi hari, tapi Sean tak kunjung pulang.
Sudah 4 kali Ella tertidur dan terbangun di sofa ruang tamu. Berharap ketika ia membuka mata, suaminya sudah ada di rumah. Tapi nyatanya itu tak terjadi. Sean mematikan ponselnya dan pergi keluar semalaman.
Air mata Ella sudah kering, ia tak mampu menangis lagi. Hidungnya memerah karena ingus yang terus keluar ketika ia menangis. Ia bahkan membiarkan maskara nya luntur dan membuat wajahnya terlihat sangat berantakan. Ella sudah seperti zombie sekarang.
Di rumah tidak ada makanan sama sekali. Hanya ada beberapa sisa sayuran di kulkas, Ella sendiri tak bisa memasak. Ada Mie instan di laci dapurnya, tapi Ella dilarang makan Mie Instan oleh dokternya.
Ella pun memutuskan untuk memesan makanan melalui Online, Ella sangat lapar karena sejak kemarin sore Ella belum makan, Ella juga lupa minum Vitaminnya, menimbulkan rasa pegal dan sakit di seluruh tubuh Ella.
Ella duduk di meja makan, lalu mengambil ponselnya di tas yang sejak kemarin belum ia buka. Kepala Ella begitu pening karena tidur di Sofa itu. Ia menyentuh dadanya yang tiba-tiba berdebar begitu kencang. Tangan kirinya mengambil air putih di dalam botol lalu meminumnya hingga habis.
Ella menggigit bibir bawahnya sambil memencet nomor Sean dan menghubungi suaminya itu. Tapi tetap saja, ponsel Sean mati. Kemana Sean semalam, apakah Sean tidur di kantor?. Tidur di kantor lebih baik daripada Sean menginap di hotel atau pulang ke rumahnya.
Mereka baru saja menikah, benar-benar baru. Ella malu jika keluarga Sean sampai tau kejadian ini. Ella juga tak bisa menjelaskannya kepada Sean alasan ia bertemu dengan Angkasa.
"Aku minta Maaf Kak" gumam Ella.
Ella bangkit, ia mengambil tas dan ponselnya lalu berjalan ke kamarnya. Ella ingin membersihkan dirinya dulu dan berniat pergi ke kantor Sean.
Drrrttt....Drrrttt...Drrrttt...
Baru saja mengambil handuk, tiba-tiba ponsel yang ada di tasnya berbunyi. Ponsel pemberian dari Angkasa. Ella buru-buru mengambil dan mengangkat panggilan itu karena takut jika Angkasa ingin menyampaikan hal yang penting.
"Hallo, Sa. Ada apa?" Tanya Ella to the point.
"Suara lo kenapa? Habis nangis ya?"
"Apa ada hal penting yang mau lo sampaikan? Kalau nggak, gue mau mandi. Apa ini ada hubungannya sama yang mau lo sampaikan kemarin?" Ella mengalihkan pembicaraan.
"Ini lebih penting Ella. Kita harus ketemu lagi. Ini soal Sandra"
Ella menghembuskan napasnya. "Ketemu lagi? Hari ini? Tapi, Sean belum pulang dari kemarin. Setidaknya gue harus tunggu dia pulang. Habis ini gue mau ke kantornya Sean"
"Kalau begitu lo selesaikan urusan lo dulu. Baru kita ketemu"
"Ya. Sekalian gue mau ketemu sama Kak Luna. Gue kangen sama dia. Lo nggak bakal cegah dia ketemu sama gue lagi kan?"
"Lo bisa temui dia. Gue bakal sharelock tempatnya. Jangan terlalu capek, lo boleh hubungin gue kalo emang lo perlu bantuan"
"Hmm.. thanks udah care sama gue. Tapi gue harus selesaikan urusan gue sama Sean dulu. Yaudah, gue tutup telfonnya, titip Kak Luna ya Sa"
Ella menutup telepon itu. Ia duduk di ranjangnya karena perutnya tiba-tiba perih. Ella meraih obat anti nyeri miliknya di atas laci lalu meminumnya satu persatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsessed With You #Seri 1 (END)
RomanceElena atau biasa dipanggil Ella, gadis yang cantik berusia 19 tahun. Ia sudah menjadi yatim piatu saat ia masih duduk di kelas 1 SMA. Yang mengharuskan ia tinggal bersama Kakaknya yang sudah menikah. Awalnya biasa saja. Tapi semakin hari, Kakak ipar...
