Part 36: Hilang

13.6K 639 20
                                        

Happy Reading....
.
.
.
.

Ella tak bisa berhenti menangis. Seharian Ella mencari keberadaan Kakaknya. Tempat-tempat yang biasa Luna kunjungi, Ella sama sekali tak bisa menemukan Luna. Ella sangat takut, kalau sampai terjadi sesuatu dengan Luna, Ella tak akan pernah bisa memaafkan dirinya sendiri.

Ella pulang ke rumah dengan keadaan yang sangat kacau. Ella tidak mengisi perutnya sama sekali sejak pagi. Perut Ella sangat perih sekarang. Ella benar-benar tak bisa berpikir jernih. Ia bahkan sudah hampir kehilangan akalnya.

Ella melihat dua mobil yang tak asing di matanya. Ella menahan napasnya sejenak. Ella harus bersiap menghadapi keluarga Sean. Meskipun sebenarnya Ella sendiri takut.

Ella melangkahkan kakinya pelan memasuki ruang tamu. Saat ia masuk, dan benar saja. Ada semua anggota keluarga Sean di rumah itu. Bagaimana ini. Haruskah Ella kabur saja?

"Ella..."

Ella menoleh ketika mendengar suara Ferry yang memanggil namanya. Semua orang terlihat iba menatapnya. Memang, Ella terlihat sangat menyedihkan sekarang.

Ferry menghampiri Ella dengan langkah pelan.

"Kamu dari mana saja sayang? Kamu baik-baik saja?" Tanya Ferry sambil menyentuh kedua pundak Ella.

"Aku pengen istirahat Pa" lirih Ella.

"Kamu pasti belum makan kan. Kamu harus makan dulu" Ujar Ferry.

"Aku cuma nggak pengen di ganggu Pa. Maaf kalau Ella kurang ajar sama kalian. Tapi aku bener-bener capek Pa" Jawab Ella.

Ella menatap semua orang.

"Maaf..."

Ella langsung melenggang pergi menuju tangga. Gadis itu naik dan masuk ke kamarnya.

"Mungkin Ella masih sedih Pa. Tadi juga Mama sempat bicara nggak enak sama dia" ujar Bella berbicara dengan suaminya.

Wajah Sean sangat menunjukan kekhawatiran. Ella pasti belum makan sama sekali, Kalau Ella sakit, itu akan membahayakan kandungannya. Sean tidak boleh membiarkan itu terjadi.

"Ma, Pa. Sean mau ke atas dulu. Sean mau nyusul Ella..." pamit Sean.

"Sean. Ella marah sama lo, kalo lo temuin dia, dia pasti akan lebih sedih. Biar gue yang temui dia" Ucap Austin.

"Tapi..."

"Untuk sekarang kondisi Ella yang lebih penting. Kalo lo khawatir sama dia. Jaga jarak sama dia untuk sementara waktu" ujar Austin.

Sean menghela napasnya pelan. Sampai sekarang Sean belum menemukan pemilik akun itu. Sean juga tidak menemukan keberadaan Luna sama sekali.

Austin pun berpamitan kepada Semua orang, lalu melangkahkan kakinya dan menaiki tangga menuju kamar Ella di atas.

Saat Austin sudah sampai di depan pintu, ternyata pintu itu tidak di kunci. Austin tanpa lama-lama langsung membukanya. Saat ia masuk, Austin melihat Ella yang sedang mengganti bajunya. Austin langsung menutup pintu itu kembali.

"Maaf... gue nggak sengaja" Ucap Austin agak keras.

"Bentar. Jangan masuk dulu" Ujar Ella.

Beberapa saat kemudian pun Ella datang dan membuka pintu. Mereka sedikit canggung karena Austin tak sengaja melihat tubuh telanjang Ella. Ella sendiri merasa sangat malu.

"Ada apa?..."

"Ehmm... sebenernya gue.... gue harus bicara sesuatu sama lo. Maaf gue nggak tau kalo lo lagi ganti baju" ucap Austin salah tingkah.

Obsessed With You #Seri 1 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang