Part 41: Wrong

11.5K 801 53
                                        

Happy Reading.... jangan lupa vote pliss🥺 aku cape nulis beneran deh.
.
.
.
.

Gadis berambut coklat panjang dengan bibir yang begitu pucat itu duduk termenung sendirian di balkon. Angin yang berhembus sangat kencang menerpa rambutnya. Wanita itu memejamkan matanya ketika ada dedaunan yang menerpa wajahnya.

Wanita itu kemudian menunduk, ia menatap perutnya yang semakin hari semakin membesar, kini ada seorang bayi berusia 6 bulan di perutnya. Semakin hari rasanya semakin berat. Namun, wanita itu mencoba sekuat tenaga untuk tidak mengeluh.

"Mama sengaja nggak mau liat jenis kelamin kamu dulu. Mau perempuan atau laki-laki, itu tidak akan merubah rasa sayang Mama ke kamu nak" bisiknya pelan, bibirnya tersenyum, jenis senyuman yang jika seseorang melihatnya, bisa menebak kalau senyuman itu adalah senyuman paksa.

Wanita itu berbalik ketika di rasa ada yang masuk ke dalam ruangannya. Wanita itu lalu berjalan masuk dan tak lupa menutup jendela lagi. Ia tersenyum ketika ada seorang lelaki yang datang sambil membawa nampan berisi makanan dan juga obat-obatan.

"Kamu nggak kerja hari ini? Ini bukan hari libur loh" ucapnya sambil merebut nampan itu dan meletakannya di atas meja. Ia duduk berseberangan dengan lelaki itu di sofa. Wanita itu tak langsung melahapnya, ia menunggu lelaki itu pergi baru mau makan.

"Lagi pengen santai di rumah. Gimana tempat ini? Nggak terlalu buruk kan buat di tempati untuk sementara?" Tanya lelaki itu.

"Bagus kok. Tempat manapun asalkan aku dan bayi aku aman" jawabnya.

Keadaan tiba-tiba hening untuk beberapa detik. Hingga lelaki itu mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya dan memberikannya kepada wanita itu.

"Ini apa?"

"Aku tau kamu kangen sama dia, jadi aku nyuruh sekertaris aku buat rekam video ini dari jauh"

Wanita itu termenung, kemudian menghidupkan ponsel itu dan melihat video rekaman yang isinya adalah satu laki-laki dan satu perempuan sedang berciuman mesra di dalam mobil. Wanita itu menggigit bibir bawahnya.

"Aku tau kamu sempat ada rasa sama laki-laki itu. Aku nggak yakin waktu kamu bilang kamu nggak pernah cinta sama dia" ucapnya.

Wanita itu mematikan ponsel itu kembali lalu memberikannya kepada sang pemilik. Tiba-tiba perasaannya menjadi sangat kacau. Tadi yang perasannya sempat membaik karena merasakan angin yang segar di luar sana, kini tiba-tiba kacau kembali. Tangannya mengelus perut yang selalu nyeri ketika ia memikirkan hal yang berat.

"Mereka berencana melakukan acara pertunangan diam-diam dua minggu lagi"

"Apa?"

"Tunangan. Kamu tau kan arti tunangan. Itu berarti mereka sudah semakin melupakan kamu"

"Apaan sih, Sa. Dia nggak mungkin berniat bertunangan tanpa seizin aku" elaknya.

"Kenapa enggak? Kamu duluan yang memilih untuk meninggalkan dia. Bukannya aku udah suruh kamu untuk bawa dia sama kamu?"

"Angkasa. Cukup! Berhenti nakut-nakutin Luna. Lagian kenapa sih lo pagi-pagi udah di sini. Nggak ada kerjaan banget ya" celetuk seorang perempuan yang baru masuk ke kamar.

Perempuan itu duduk di samping Angkasa.

"Luna harus bisa mengontrol pikirannya. Dia lagi hamil, berhenti bicara aneh-aneh" tegur perempuan itu.

"Siapa juga yang bicara aneh-aneh. Orang gue serius, Ella sama Sean mau tunangan dua minggu lagi. Ini bukan informasi palsu!" Tekan Angkasa.

"Udahlah Safira, Angaksa nggak salah bicara kok. Aku minta dia buat foto Ella diam-diam karena aku kangen sama dia. Aku nggak papa kok" ujar Luna.

Obsessed With You #Seri 1 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang