Happy Reading...
.
.
.
.
.
Seorang perempuan berusia 21 tahun itu. Terbangun untuk pertama kalinya setelah satu hari tertidur pulas. Seluruh badannya pegal dan juga ia merasa kedinginan. Sesaat ia merintih pelan. Matanya belum terbuka sepenuhnya.
Ia bisa melihat ruangan yang begitu sunyi, tanpa ada seseorang pun selain dirinya. Sebelum ia benar-benar sadar, ia mengangkat badannya sendiri hendak duduk, tetapi tiba-tiba kepalanya begitu sakit. Ia merintih kesakitan, sakit yang masih bisa ia tahan.
Matanya menatap seluruh isi ruangan. Ruangan yang tampak tidak asing di matanya. Ia mengingat bagaimana ia bisa terbaring dan terbangun di ruangan yang sama.
Deg...
Ella menegang kemudian langsung menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya. Perasaannya luar biasa lega ketika ia melihat perut yang dibaluti pakaian rumah sakit itu masih membesar, masih seperti semula.
Keringat dingin membasahi keningnya. Ia teringat apa yang terjadi sebelum ia benar-benar pingsan. Ia bergidik ngeri membayangkan begitu mengerikannya ketika darah keluar dari kemaluannya. Ia tak tahu apa yang terjadi dan juga berapa lama ia tertidur.
Hingga pintu terbuka. Menampilkan seorang perempuan berusia 40 tahunan yang selama ini sudah menjadi ibu untuk Ella.
"'Mama..." lirih Ella.
"Sayang! Kamu sudah bangun..." seru Bella. Tampak wajah penuh kebahagiaan di wajah wanita itu.
Bella langsung menyambar Ella dengan pelukan erat. Ia tak henti-hentinya mencium kening calon menantunya itu dengan perasaan senang luar biasa.
"Ma... kepalaku masih pusing..." keluh Ella.
"Maaf sayang. Mama terlalu bahagia karena melihat kamu bangun"
Ella hanya tersenyum lemah. Ia menatap pintu yang terbuka. Dalam keadaan seperti ini, kenapa ia tak melihat Sean?
Bella yang mengerti langsung berkata kepada Ella.
"Sean ada di kantor. 2 hari lagi dia harus terbang ke Malaysia untuk melakukan pertemuan dengan klien nya. Sementara Mama yang akan menjaga kamu di rumah" ucap Bella. Nadanya terdengar tercekat, atau hanya perasaan Ella saja.
Tidak mungkin. Ella hampir keguguran dan Sean masih sempat bekerja apalagi mau ke luar negeri? Sangat mustahil, seharusnya Sean berada di sampingnya dalam keadaan seperti ini. Jujur, Ella kecewa.
"Nanti Sean akan menghubungi kamu kok. Mama sekarang harus mengabari dia" ucap Bella.
"Nggak perlu Ma. Kak Sean lagi kerja, memberitahu soal kondisi aku akan menganggu pekerjaan dia. Aku lapar banget Ma. Mama bisa kasih sesuatu ke aku?" Ucap Ella sedikit memelas.
"Kamu lapar? Kamu mau makan apa? Biar Mama yang belikan" tanya Bella.
"Aku mau makan sup. Buatan Mama. Mama bisa kan buatin aku sup?"
"Maksud kamu, Mama harus pulang? Lalu siapa yang akan menjaga kamu di sini. Kamu baru aja sadar" elak Bella.
"Aku bukan anak kecil. Toh kalau ada apa-apa aku bisa panggil Suster kesini. Nggak perlu khawatir"
Ella merasa sedih. Seharusnya orang yang pertama kali ia lihat adalah Sean. Sean tega sekali. Setidaknya Sean harus melihatnya terlebih dahulu sebelum fokus pada pekerjaannya. Apa-apaan, lelaki itu hampir kehilangan bayinya juga tapi dengan kejamnya malah meninggalkannya di sini dan memilih untuk bekerja.
"Kalau begitu Mama pergi. Mama akan masak sup buat kamu. Tapi kamu beneran nggak papa Mama tinggal sebentar?" Ucap Bella ragu.
Ella hanya mengangguk pelan. "Mama tau nggak dimana hape aku? Aku bosan, sekalian Nunggu Mama balik ke sini"
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsessed With You #Seri 1 (END)
RomansElena atau biasa dipanggil Ella, gadis yang cantik berusia 19 tahun. Ia sudah menjadi yatim piatu saat ia masih duduk di kelas 1 SMA. Yang mengharuskan ia tinggal bersama Kakaknya yang sudah menikah. Awalnya biasa saja. Tapi semakin hari, Kakak ipar...
