Part 1: Make Love

101K 1.5K 10
                                        

Happy Reading...
.
.
.
.

"Maaf banget, tapi aku harus lembur hari ini. Kamu tau kan aku sesibuk apa"

Ella bisa mendengar suara Luna, Kakak kandungnya dari dapur. Ella berpura-pura mencuci piring agar tidak di kira menguping.

Ellena Geraldine Agatha, tahun ini usianya menginjak 19 tahun. Cantik dan pintar, Ella mengambil jurusan hukum karena kemauannya sendiri yang ingin menjadi pengacara sukses seperti Kakaknya.

"Jadi. Hari ini dapet kasus apa lagi?"

"Biasa. Perceraian, dan kali ini aku dapat klien seorang Artis yang lumayan terkenal. Kamu tau lah siapa, kamu kan banyak rekan artis juga" suara Luna terdengar lagi.

Sekarang pukul 9 pagi, Luna sudah rapi mengenakan blazer formalnya. Luna Geraldine Agatha adalah seorang pengacara yang lumayan sukses di usianya yang masih muda.

Banyak sekali orang yang berhasil memenangkan kasus karena kecerdasan Luna, hal itu membuat Ella suatu saat ingin menjadi pengacara juga, Ella ingin membantu orang yang kesusahan, seperti yang dilakukan Luna.

Luna menikah di usianya yang ke 23 tahun, ia menikah dengan Sean Jonathan Ananta, Sean adalah pengusaha yang cukup terkenal. Keluarganya tak main-main. Semua saudaranya sukses di berbagai bidang. Sean berasal dari keluarga yang kaya raya, karena itu Luna mau menerima Sean sebagai suaminya meskipun baru kenal.

"Aku janji aku bakal pulang tepat waktu malam ini. Oke?" Ucap Luna terdengar begitu lembut, Sean sedang marah karena Luna yang sangat sibuk setiap hari.

Bahkan di hari pertama Luna dan Sean menikah, Luna harus pergi ke kantor karena akan mengadakan sidang. Sebenarnya resiko Sean sendiri karena menikahi perempuan berkarir seperti Luna.

"Bukan masalah itu. Kamu sekali-kali harus luangkan waktu buat aku. Buat adik kamu juga. Kamu sibuk terus, kita nikah tapi kayak nggak nikah tau nggak" pungkas Sean.

Luna kemudian mengalihkan pandangannya kepada Ella. Luna tersenyum lalu bangkit dan menghampiri adiknya itu.

"El. Udah nggak usah nyuci lagi. Nanti kan ada yang kesini juga buat nyuci. Udah deh" Ujar Luna.

Ella berbalik menghadap Kakaknya itu.

"Nggak papa. Lagian aku nggak ngapa-ngapain juga kan" jawab Ella.

Luna mengusap keringat yang mengalir di dahi Ella. "Maafin Kakak ya Kakak nggak bisa terus temenin kamu disini. Kamu nggak papa kan? Disini kan ada Kak Sean, kamu sekali-kali juga harus ngobrol sama dia. Yang akur sama Kakak ipar kamu. Ngerti?"

Ella hanya diam saja mendengar perkataan Luna. Ella menoleh ke arah dimana tempat Sean duduk. Sean kini juga menatapnya.

"El? Ini cuaca panas kayak gini kenapa kamu pake lengan panjang? Ini juga nggak gerah apa pake kerah leher kayak gini?" heran Luna sambil menunjuk kerah baju Ella.

Ella mendadak gugup. "Ehmm nggak kok Kak. Aku lagi nggak enak badan aja. Jadi dingin"

Luna mengernyit kemudian menyentuh dahi Ella. "Kamu agak anget. Udah istirahat aja. Nggak usah cuci piring lagi. Udah beberapa kali kakak bilang?"

Ella hanya mengangguk saja. "Aku habis ini langsung tidur kok Kak. Tenang aja"

"Yaudah kalo gitu Kakak berangkat dulu. Jaga diri baik-baik ya. Jangan kecapean, kamu kan baru masuk kuliah juga" tegur Luna sambil mengecup pipi adik kesayangannya itu.

Setelah mengucapkan itu, Luna langsung pergi, sebelum pergi Luna tak lupa untuk mencium suaminya terlebih dahulu.

Kedua orang tua Luna dan Ella sudah meninggal sejak 2 tahun yang lalu. Selama ini Luna lah yang membiayai kehidupan Ella, adik satu-satunya. Dahulu mereka hanya tinggal di apartemen yang sangat kumuh, jauh dari kata layak. Tapi kehidupan mereka berubah setelah Luna berpacaran dengan Sean. Sean sudah membelikan Luna apartemen Mewah ketika mereka baru sebulan berpacaran.

Obsessed With You #Seri 1 (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang