Happy Reading....
.
.
.
.
.
.
Bella langsung datang ke rumah Sean setelah mengetahui kabar kalau putranya sedang sakit. Tentu saja Bella khawatir karena setelah sekian lama baru pertama kali ini Sean sakit.
Bella sampai di rumah Sean tepat jam 10 pagi. Karena kebetulan Bella ada di Kantor Sean hari ini untuk menemani suaminya dan Bella langsung mendapat telepon dari Justin.
Bella juga baru mendengar kabar soal Justin dan Vero yang kembali ke Indonesia. Intinya 3 putranya itu benar-benar membuat Bella terkejut.
Bella menyentuh dahi Sean yang berkeringat itu dengan punggung tangannya. Sangat panas. Sepertinya Sean demam tinggi.
"Sean. Lebih baik kamu ke rumah sakit. Badan kamu panas banget loh" Ujar Bella.
Sean yang sejak tadi merintih tak mampu menjawab perkataan Bella. Bahkan untuk membuka mata saja rasanya berat sekali. Kepala Sean terasa di hantam batu yang besar, berkali-kali.
"Atau Mama panggilkan Dokter pribadi kita aja?" Tanya Bella lagi.
"Nggak perlu Ma. Sean cuma pengen tidur. Lagian kenapa sih Mama repot-repot kesini. Mama kan nggak boleh nyetir sendirian" Ucap Sean lemah.
"Mama tadi di antar sama Supir. Udah deh, kamu itu lagi sakit, bagus kalau cuma demam biasa, kalau kamu sakit yang lain gimana? Ayo bangun! Mama anterin kamu sekarang. Jangan ngelawan!" Tegas Bella sambil mengguncang badan Sean.
Saat Bella mengoceh, tiba-tiba rasa mual itu hadir kembali. Sean bangkit lalu langsung berlari ke dalam kamar mandi. Dan tetap sama, Sean tidak memuntahkan apapun. Hanya cairan bening.
Sean benar-benar kesal. Rasa mual di perutnya sangat mengganggu. Sean lelah karena dari tadi terus bolak-balik ke kamar mandi dan tidak memuntahkan apapun.
Sean terduduk lemas, Nafasnya terengah-engah. Bella memijat tengkuk putranya itu dengan lembut. Hingga beberapa saat kemudian, Sean muntah lagi. Sehingga membuat Bella langsung menghubungi dokter pribadinya tanpa persetujuan Sean.
Bella meminta Vero dan Justin untuk menuntun Sean kembali ke atas ranjang.
Setelah menghubungi dokter pribadi mereka. Bella menyelimuti badan Sean lalu memijat kaki anaknya itu. Mau berapapun usia anaknya atau bahkan sudah menikah pun, ketika seorang anak sedang sakit, Ibu lah yang paling khawatir.
"Luna nggak ada di rumah lagi? dia tau nggak sih kalau kamu lagi sakit" omel Bella.
"Ma. Aku cuma pengen tidur" Ucap Sean dengan lemah.
Bella lalu menatap Vero dan Justin.
"Kalian juga. Balik tapi nggak bilang-bilang Mama, malah nginep di sini. Sebenernya ada apa sih sama kalian berdua. Kayaknya nggak suka banget kalo Mama atau pun Papa peduli sama kalian" marah Bella.
"Ma, Sean lagi sakit Mama masih sempet-sempetnya ngomel" decak Vero.
"Yang sopan sama Kakak kamu. Manggilnya Kak dong masa Sean doang" tegur Bella.
Vero hanya memutar bola matanya malas. Selalu seperti itu, ketika salah satu dari mereka ada yang sakit, maka yang lain juga kena getahnya. Padahal Sean sudah menikah tapi tetap saja Bella memperlakukan Sean seperti anak kecil.
Satu jam kemudian, dokter pun datang. Seorang Dokter perempuan seumuran dengan Bella. Dia juga adalah teman SMA Bella yang akhirnya menjadi dokter pribadi keluarga mereka.
Dan dokter itu juga yang saat itu mengautopsi jenazah Cassandra dan juga mengatakan kalau Cassandra mengalami depresi berat hingga bunuh diri. Tapi tak ada yang tahu selain Sean, Vero dan Justin. Bahkan Bella pun tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi kepada putrinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsessed With You #Seri 1 (END)
RomanceElena atau biasa dipanggil Ella, gadis yang cantik berusia 19 tahun. Ia sudah menjadi yatim piatu saat ia masih duduk di kelas 1 SMA. Yang mengharuskan ia tinggal bersama Kakaknya yang sudah menikah. Awalnya biasa saja. Tapi semakin hari, Kakak ipar...
