[𝘗𝘭𝘦𝘢𝘴𝘦 𝘋𝘰𝘯'𝘵 𝘊𝘰𝘱𝘺 𝘔𝘺 𝘚𝘵𝘰𝘳𝘺]
📍Awas Baper.📍
! Mengandung kata kasar !
Nevan Phoenix Saguna, memiliki sifat keras, dingin dan juga kejam, Siapapun yang mempunyai masalah dengannya di pastikan tidak akan selamat.
Di depan orang b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat pagi 😉
"Kalau kamu sayang sama aku, terima apapun resiko yang aku alami."
' Nevan Phoenix Saguna '
-Happy Reading-
***
Matahari pagi ini terlihat tengah tersenyum cerah, dan sepertinya hal itu tertular pada gadis yang kini sedang bersama Nevan duduk di balkon rumahnya.
Sedari tadi gadis itu selalu tersenyum memperhatikan pemberian Nevan semalam.
"Nggak usah dilihatin terus, dia nggak akan kemana-mana!" Nessa menoleh sejenak pada Nevan. Lalu fokus lagi menatap barang pemberian kekasihnya itu.
"Aku suka sama bentuknya, jadi betah ngelihatinnya."
"Lihatin sama yang ngasih nggak betah?"
"Nggak." jawab Nessa cepat. "Soalnya lihatin kamu terus bosen, suka marah-marah." lanjutnya.
"Iya udah. Cari sana yang bikin kamu betah, nggak suka marah-marah!" Nessa tersenyum jail. Ia lebih dekat pada Nevan lalu berbisik.
"Memangnya boleh?" goda Nessa.
"Boleh. Tapi setelah itu cowok baru kamu tinggal nama." Nessa berdecak.
"Aku sudah kira, pasti jawabannya seperti itu."
Nevan tidak menanggapinya, ia hanya fokus pada laptop yang ada diatas meja. Nessa memperhatikan apa yang membuat kekasihnya serius sekali dengan benda itu.
"Kok ada nama Gilangnya?" tanya Nessa heran ketika di layar laptop itu isinya tentang Gilang.
"Ini daftar hitam milik Gilang," Nevan memberi tunjuk pada Nessa daftar apa saja yang sudah dilakukan cowok itu.
Nevan tersenyum miring sambil mengangguk sekali. "Nggak cuma itu, dia pernah ngerampok. Melecehkan perempuan, dan sekarang dia pengedar narkoba bersama BlackEagle!"
"Itu berarti, dia pernah di penjara?" Nevan mengangguk membenarkan.
"Cuma sebentar, karena kekuasaan Ayahnya dia bisa bebas, dan lagi bukti yang polisi punya tidak terlalu kuat untuk memenjarakan dia!"
"Kalau gitu kita kasih tau kepala sekolah aja Van." usul gadis itu.
Nevan menghela napas melipat tangannya di dada. "Bisa aja. Aku kasih semua daftar hitam dia sekarang. Tapi ini terlalu cepat, aku masih mau lihat seberapa kuat dia bertahan untuk menutupi kejahatannya."