[𝘗𝘭𝘦𝘢𝘴𝘦 𝘋𝘰𝘯'𝘵 𝘊𝘰𝘱𝘺 𝘔𝘺 𝘚𝘵𝘰𝘳𝘺]
📍Awas Baper.📍
! Mengandung kata kasar !
Nevan Phoenix Saguna, memiliki sifat keras, dingin dan juga kejam, Siapapun yang mempunyai masalah dengannya di pastikan tidak akan selamat.
Di depan orang b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Di mohon. Sebelum dan sesudah membaca tolong beri vote dan komen. Gratis tanpa di pungut biaya.
. . . . . . . . . .
~Happy Reading~
***
Hari ini adalah waktu yang paling di tunggu oleh Vanessa, perempuan itu sudah tidak sabar ingin berjalan jalan dengan suami dan sahabat di pantai.
Nessa adalah perempuan pecinta alam, mulai dari gunung dan pantai. Ia selalu ingin datangi, namun sayang.
Nevan tak pernah memperbolehkan nya, ia tau jika menaiki gunung, resikonya besar. Alhasil ia menurut dan tak pernah lagi mendagi gunung.
Vanessa masih sibuk memoleskan tubuhnya dengan sunblock, dan beberapa lotion pelindung kulit putih mulusnya.
Ia menoleh saat suara pintu kamar mandi terbuka, muncul Nevan keluar dengan menggunakan handuk saja.
Buru buru Nessa memalingkan wajah, melihat perut kotak kotak dan tetesan air turun membasahi tubuh Nevan, tanpa sadar membuatnya menelan ludah.
"Van," panggilnya tanpa memandang kearah cowok itu.
"Hmm?"
"Kita bakal nginep di sini terus?"
Nevan menoleh pada Nessa sesaat, lalu sibuk lagi dengan pakaiannya. "Nggak tau. Kenapa memang? Kamu nggak betah?"
Vanessa menghela napas berat, ia berdiri memakai rompi jeans berlengannya. "Nggak tau, aku lihat teman kamu, kayak ada yang aneh," Nevan menghampiri Vanessa, memeluk tubuh Nessa dari belakang.
"Kita di sini beberapa hari lagi, kalau nggak betah. Kita pindah," usul Nevan yang di angguki oleh istrinya.
"Sudah siap?"
"Sudah, yuk kita jalan-jalan!!" wajahnya berubah senang, perempuan itu menarik tangan Nevan untuk segera turun dan sarapan.
Tiba di bawah, tinggal ada Reno. Jovan sudah pergi menyusul Freya yang lebih memilih sarapan sendiri.
Sedangkan Wisnu pemilik rumah itu, sudah tidak ada. Berpamitan pada Reno katanya tiba tiba ada urusan.
Vanessa duduk di samping Nevan, ia sedang memoleskan selai coklat kesukaan suaminya terlebih dahulu, baru setelah itu ia memoles rotinya dengan selai kacang.
Sambil menikmati roti bersama segelas susu, ia mendengar obrolan Nevan dan Reno, yang tak jauh jauh dengan Blackstar.
Reno memiliki ide untuk membuat geng itu di sini, mencari seseorang yang bisa mewakili Nevan sebagai ketua geng. Dengan begitu Blackstar semakin banyak di ketahui oleh orang lain.