25. Permainan musuh

391 25 2
                                        

Puasa" gini pingin up karena dedek Jeno lagi ulang tahun, 😁

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Puasa" gini pingin up karena dedek Jeno lagi ulang tahun, 😁

Jangan lupa bintangnya,

-Happy Reading-

***

Hari ini tampak ada yang berbeda dikantin SMA Cempaka, suara bisik-bisik. Dan saling merlirik terlihat dari murid-murid disana, Nevan yang baru datang bersama dua sahabat pun sempat mengerutkan kening.

Kebingungan kian menambah ketika matanya melihat sosok yang paling ia kenal tengah menunduk sambil menatap ponselnya.

Cowok itu bergegas menghampiri Vanessa dan merebut ponsel gadis itu.

Bola mata Nevan menatap tajam ponsel Vanessa dengan marah, rahangnya mengeras. Bahkan tangannya meremas kuat ponsel itu. "Dapat dari mana foto sampah seperti ini?" tanya Nevan pada Nessa yang masih diam menunduk.

"Jawab!" bentaknya hingga gadis itu terlonjak dan bangun dari duduknya.

"Aku nggak tau, aku nggak kenal nomernya,"

"Terus kamu percaya sama foto nggak berguna kayak gini?"

Prank!

Sangking marahnya, cowok itu membanting ponsel milik Vanessa hingga hancur. Sang pemilik hanya bisa menatap ponselnya dengan diam dan pasrah. Bukan karena sayang dengan ponselnya. Namun hatinya masih memikirkan foto-foto yang dikirim oleh orang misterius.

Sedangkan Nevan membanting ponsel Vanessa, karena marah pada pelaku yang sudah berhasil membuat kekasihnya sedih dan menangis. Nevan menganggap diamnya Vanessa karena gadis itu percaya dengan foto itu.

Ia juga marah karena foto itu semua murid menjadi salah paham dengannya, tanpa banyak kata Nevan pergi dari kantin membatalkan niatnya untuk makan disana.

Ada yang lebih penting dari makan menurutnya, dengan langkah besar Nevan mengambil tas helm dan juga kunci motornya.

"Van! Lo mau kemana?" teriak Jovan saat mengejar Nevan yang sudah melesat pergi bersama motor besarnya.

Jovan mengacak rambutnya kesal, Ia takut Nevan bisa membunuh orang ketika sedang marah seperti itu.

"Kita susul Nevan." Reno mengangguk lalu ikut pergi mengejar Nevan.

Tanpa mencari keberadaan Nevan, Jovan dan Reno sudah tau kemana perginya sahabatnya itu.

Sementara itu Nevan melajukan motornya begitu kencang. Matanya memerah menahan kekesalan. Sampai di tempat tujuan. Nevan segera turun dari motor melepas helm begitu saja, ia juga tidak peduli helm itu jatuh dimana.

Langkahnya membawanya kesebuah gang kecil dan sepi. Nevan kian masuk ketempat itu, cahaya mulai meredup dan kian menggelap.

Brak!

GoodBoy GangstersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang