[𝘗𝘭𝘦𝘢𝘴𝘦 𝘋𝘰𝘯'𝘵 𝘊𝘰𝘱𝘺 𝘔𝘺 𝘚𝘵𝘰𝘳𝘺]
📍Awas Baper.📍
! Mengandung kata kasar !
Nevan Phoenix Saguna, memiliki sifat keras, dingin dan juga kejam, Siapapun yang mempunyai masalah dengannya di pastikan tidak akan selamat.
Di depan orang b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pembukaan Part cukup panjang, plis tinggalkan jejaknya dulu.
~Happy Reading~
***
Hari-hari yang di lalui Nevan terasa begitu cepat, waktu terus begulir hingga tidak terasa sesuatu yang dia nanti hari ini akan tiba.
Yang di mana, hari ini adalah pengumuman kelulusan mereka, Nevan dan Vanessa telah selesai melakukan ujian nasional, dan kini mereka hanya menunggu hasil
Berbeda dengan Nevan yang tampak santai, Nessa justru terlihat gugup, soal nilai keduanya tak perlu di ragukan.
Mereka sering mendapatkan rangking satu, tapi kali ini Vanessa merasa was-was, sebab dia pernah menantang Nevan.
Flashback
"Kira-kira, nanti nilai siapa yang lebih tinggi?" gumam Vanessa saat dirinya bersama Nevan tengah menonton film di bioskop.
Berhubung mereka menonton film dengan genre remaja, membuat Nessa berpikir jika nanti Ujian nasional siapa kah yang lebih tinggi nilainya.
"Nggak perlu di jawab. Pasti sudah tau jawabannya," Nessa mencibir sang pacar.
Nevan terlalu dan selalu menyombongkan diri. "Punya pacar sombong bet," ucapnya pada diri sendiri.
Cowok itu menarik sudut bibirnya, memasukan popcorn kedalam mulut tanpa melunturkan senyumannya. "Gimana kalau kita taruhan" menoleh ke Vanessa dengan tatapan bingung.
"Nggak boleh, itu sama aja judi."
"Ih Nevan_ bukan gitu."
"Sst!" gadis itu terdiam seketika dengan rasa malu saat ia mendapatkan teguran dari salah satu orang di sana, bahkan dia menjadi pusat perhatian di dalam ruangan itu.
"Gara-gara kamu nih!" geram Vanessa mencubit lengan Nevan.
Cowok itu tetap santai namun terus tersenyum. "Pokoknya, ujian nasional nanti. Siapa yang lebih tinggi dapat hadiah,"
"Serius?" tanya Nevan memastikan.
"Serius lah," jawab Nessa mengangguk mantap.
Tapi hanya sekejap karena ia melihat kekasihnya itu tersenyum misterius, ia justru takut jika Nevan akan meminta yang aneh-aneh.
Flashback off.
"Gimana nih_ kalau nanti Nevan yang menang gimana," gadis itu sedang bicara sendiri, mengigit kukunya sendiri.
"Lo kenapa sih?" Freya heran dan pusing memiliki sahabat yang tidak jelas seperti Vanessa, gadis itu sedari tadi tidak bisa diam.
"Lo bisa diam nggak!" Freya mendelik menujuk dirinya sendiri, kenapa dirinya yang di salahkan.