[BUDAYAKAN FOLLOW DULU SEBELUM BACA YA GUYS]
Jikhan, atau Jiji, adalah gadis 18 tahun yang memimpin perusahaan besar dan juga pemimpin mafia. Meski sukses, ia merasa kekosongan dalam hidupnya dan mencoba menjalani kembali kehidupan SMA yang biasa. D...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Happy Reading Guys
Sudah sebulan sejak kejadian putus hubungannya Jiji dan Serge. Sekarang tibalah hari dimana festival yang sangat semua siswa nantikan yang disebut dengan Valentine's day.
"Ada yang mau menampilkan bakatnya besok nggak?,"tanya Exel selaku teman sekelas Jiji yang menjabat sebagai wakil ketua kelas.
"Si Sidik sama Icha duet,"usul Jiji.
"Nah bagus,"balasnya.
"Jiji juga nyanyi dong,"usul Fiya yang langsung mendapat pelototan dari sang empunya.
"Nahhhh good,"balas yang lain menyetujui.
"Kampret,"balasnya kesal.
"Kalau gitu yang bakal nampilin bakatnya Icha, Sidik, dan Jiji. Kalian mau kolab bertiga?,"tanya Exel.
"Nggak,"balas Jiji.
"Lo mau sendiri Ji?,"tanya Ara memastikan.
"Hmm,"jawabnya.
"Okay. Nah kalau gitu, masalah penampilan bakat udah. Sekarang gue mau nanya, acara khusus untuk kelas kita apa?,"tanyanya.
"Hmmm, karena besok tuh hari valentine, gimana kalau cafe yang bernuansa valentine juga?,"usul Icha.
"Dah bosan,"jawab Reva.
"Hooh,"balas Resty menyetujui.
"Trus apaan?,"tanya nya.
"Gimana kalau kita buat acara yang bisa membuat orang menyatakan perasaannya pada orang yang di cintainya?,"usul Gilbert yang membuat semua orang berbinar mendengarnya.
"Nahhh good idea. Gue suka yang yang beginian,"ucap Hafiz menyetujui.
Yessss, akhirnya ada kesempatan gue buat nembak Reva- batinnya senang. Jiji yang mendengarkan hal tersebut pun hanya diam santai.
"Trus cara nya gimana?,"tanya Ray.
"Ntar bagi yang mau nyatain perasaannya, bikin di kertas nama kita, trus ntar kita undi namanya. Bagi yang beruntung, dia bisa nyampein perasaannya,"jelas Gilbert.
"Sipppp,".
"Jam berapa kita mulai?,"tanya Exel.
"Kan festivalnya sampe jam 5 sore, jadi kita bakal mulainya dari jam 3 sore,"jawabnya.
"Asooooyyy,"teriak anak laki-laki girang.
"Hadehhhh,"gumam Jiji melihat reaksi dari teman-temannya.
®®®
"Semangat Jiiii,"ucap Icha menyemangati Jiji yang akan menaiki panggung untuk menampilkan bakatnya. Setelah mendapatkan semangat dari Icha, Jiji mulai menaiki panggung. Semua orang yang menonton pun mulai tertegun mendengar suara piano yang di mainkan oleh Jiji. Nada yang dihasilkan nya seakan-akan bisa membuat semua orang melayang karena saking lembutnya.
Naui maeumen geobi manhaseo ma-eum juneun ge swipji anhayo (Karena saya memiliki banyak rasa takut di hati saya Tidak mudah memberi hati)
Maju anjeun geudae du nune sasohan iyagireul haejugopeunde (Di matamu duduk berhadapan Saya ingin menceritakan sebuah kisah yang sepele)
Geudael bomyeon nae ane mueonga jogeumssik sikeundaego ulleonggeoryeo apawayo (Saat aku melihatmu, sesuatu di dalam diriku sedikit demi sedikit Sakit dan bergemuruh, sakit)
Jiji menatap ke arah Ray tanpa henti seakan-akan lagu ini adalah bentuk pesan yang ingin disampaikannya untuk Ray.
Ama nan geudael boda deo johahage doegetjyo deo isang mageul sujocha eopsi geureoke dada non ma-eumi jakkuman sae-eo naogon haeyo nan dasi tto apeugi sireunde (Mungkin aku akan menyukaimu lebih darimu Aku bahkan tidak bisa menghentikannya lagi Hatiku yang tertutup terus Itu bocor Saya tidak ingin sakit lagi)
Geudael boneun nae nundongjae deoneun eotteon geojinmaldo hal su eopseoyo (Di mataku melihatmu Aku tidak bisa memberitahumu kebohongan apapun)
Ama nan geudael boda deo johahage doegetjyo malgake useum jinneun yeorin aiga doe-eo dada non maeumi jakkuman sae-eo naogon haeyo apeumboda geudaega jokie (Mungkin aku akan menyukaimu lebih darimu Menjadi anak lembut yang tersenyum merah Hatiku yang tertutup terus Itu bocor Karena aku lebih menyukaimu daripada rasa sakit)
Eotteon mare na ikkeullyeo on geonji najochado moreul ma-eumi manha buranhajiman (Kata-kata seperti apa yang membuatku tertarik Saya memiliki banyak hati yang bahkan saya tidak tahu Gelisah)
Ireon nae moseup geudaen imi algo itgetjyo geureon na eotteongayo geuman meomchulkkayo (Anda terlihat seperti ini Anda sudah tahu Bagaimana dengan saya Haruskah aku berhenti)
Di akhir lagu pun Jiji tetap menatap ke arah Ray dan begitupun sebaliknya.
Ijen geudaega nae soneul jabajul sun eomnayo deo isangeun nan museowo dagagal su eopseoyo umcheurin maeume dagawa budi malhaejullaeyo na geudaewa gateun maeumirago (Tidak bisakah kamu memegang tanganku lagi Saya tidak bisa mendekati Anda lagi, saya takut Silakan datang ke hatiku yang layu dan beri tahu aku Saya di hati yang sama dengan Anda)
Suara riuh tepuk tangan menggema.
Semoga dia ngerti sama lagu yang gue nyanyiin ini- batinnya lalu bergegas turun dari panggung.
®®®
Gimana readers sama part terbaru cerita aku? Suka? Semoga aja suka ya.....