[ TELAH TERBIT | PART MASIH LENGKAP ]
"Tuhan memang satu, kita yang tak sama."
- A. Darian Aksata
"Tolong tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umat-Nya mencintai hamba-Nya?"
- Jasmine Saras Alkaren
"Aksa dan Saras hanya ditakdirkan untuk b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Dicintai olehmu adalah anugerah Tuhan paling indah yang pernah aku terima dalam hidupku yang penuh luka ini."
— A. DarianAksata —
•••
"Gue juga ngerasain hal yang sama. Gue suka lo, Ssa."
Sial.
Lagi dan lagi, Aksa tidak bisa fokus pada catatan Biologi yang tengah ia salin. Kepalanya sibuk memikirkan kalimat Saras yang ia dengar di Monas kemarin sore. Ketika gadis itu dengan entengnya menyatakan bahwa perasaannya terbalas.
Jadi, seperti inikah rasanya dicintai? Aksa bertanya-tanya dalam hati.
Jujur, selama tujuh belas tahun hidupnya, baru kali inilah Aksa merasa begitu dicintai oleh seorang gadis. Dulu, Aksa pernah menyukai tetangganya yang tinggal di rumah nomor 48b, tetapi sayang sekali, gadis itu pergi setelah melontarkan kalimat kasar yang membuat Aksa sadar bahwa lelaki tunawicara sepertinya tak sepantasnya berharap akan dicintai oleh seorang gadis. Sejak saat itulah Aksa menutup rapat-rapat hatinya agar tidak ada perasaan aneh yang muncul di sana. Hingga suatu ketika, ada seorang gadis tangguh yang datang menolongnya dari para berandalan. Gadis itu ... telah menimbulkan perasaan aneh di hati Aksa yang telah lama tertutup rapat.
"Eh, Saras dateng! Saras dateng!"
"Tutup pintunya dulu!"
"Elah, ribet banget! Ngapain, sih?"
"Ini perintah MOXIE! Lo ngikut aja, dah!"
"MOXIE minta kita untuk nyiapin ini!"
"Mereka berempat mau yang spesial untuk ngerayain ulang tahun Saras!"
Saras? Ulang tahun?
Apa hari Saras berulang tahun? tanya Aksa dalam hatinya.
Dengan cepat, Aksa memeriksa layar ponselnya dan mengetahui bahwa hari ini adalah tanggal 31 Juli. Jadi, 31 Juli adalah tanggal ulang tahun Saras? Tapi aku tidak memiliki apa-apa untuk diberikan padanya. Batinnya sedih.
Di tengah lamunannya, Aksa terkejut dengan suara ledakan confetti yang sengaja diledakkan oleh dua temannya di depan pintu kelas untuk menyambut kedatangan Saras.
"Happy birthday, Saras! Happy birthday, Saras!"
Semua murid XI IPA 2 menyanyikan lagu Happy Birthday untuk Saras yang baru saja datang. Gadis itu tampak terkejut dengan segala sesuatu yang terjadi di depannya. Apa ini? Ulang tahunnya? Oh, Tuhan. Bahkan, dirinya saja lupa bahwa hari ini adalah ulang tahunnya. Saras terharu melihat antusias teman-temannya yang mengingat hari spesialnya ini.
"Guys ... you make my heart melt," lirih Saras sambil memeluk satu per satu teman perempuannya dan ber-highfive dengan para teman lelakinya. "Thank you, yaaa!"