[ TELAH TERBIT | PART MASIH LENGKAP ]
"Tuhan memang satu, kita yang tak sama."
- A. Darian Aksata
"Tolong tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umat-Nya mencintai hamba-Nya?"
- Jasmine Saras Alkaren
"Aksa dan Saras hanya ditakdirkan untuk b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Terkadang, strategi paling manis harus dilakukan untuk melawan musuh dengan cara yang tak terduga."
— Kalva Andrean Dinata —
•••
Kejadian demi kejadian aneh terjadi sejak insiden di ruang UKS beberapa hari lalu. Sejak hari itu, Saras selalu mendapat kotak makan lengkap dengan susu vanila favoritnya yang ditaruh di loker. Entah siapa yang mengirim makanan itu, tetapi si pengirim selalu menyelipkan stickynotes mini yang berisi pesan agar Saras selalu menjaga pola makannya.
Dimakan, ya? Jangan nahan laper mulu, nanti sakit. Jaga pola makan lo. Masa Dewi MOXIE yang garang ini lemes terus, sih? Lo harus kuat untuk bisa jadi tameng seseorang, Ras.
Seperti saat ini. Saras baru saja selesai membaca tulisan di stickynotes mini yang tertempel di atas kotak makan berwarna biru. Saat diguncang, kotak itu tidak mengeluarkan bunyi apa pun, seolah-olah isi di dalamnya begitu padat hingga tidak menyisakan sedikit pun sisi kosong.
"OMG!" Saras terbengong-bengong menatap isi kotak makan tersebut. Ternyata isinya adalah nasi putih dengan lauk favoritnya, udang balado dan acar asam manis. Siapa pun orang di balik stickynotes mini itu, Saras sangat berterima kasih padanya karena orang itu sudah berbaik hati mengirimkan makanan ini padanya.
"Lauk favorit gue! Enak banget!" ucap Saras saat mencicipi udang balado tersebut. Rasanya benar-benar enak, persis seperti udang balado yang sering dimakannya.
BRUK!
"Aw! Enggak punya mata, ya, lo?!" Alih-alih meminta maaf karena sudah menabrak Saras dengan sengaja, Daisy justru membentak gadis itu tanpa rasa bersalah.
Saras menatap tak percaya pada gadis yang baru saja menabraknya hingga kotak makan itu jatuh dan isinya berceceran di lantai koridor. "Heh, Gobs! Harusnya gue yang nanya kayak gitu ke lo! Mata lo di mana, hah?! Jelas-jelas gue berdiri di sini dari tadi. Lo yang sengaja jalan ke pinggir biar bisa nabrak gue, 'kan?!" bentaknya, membuat Daisy merotasikan matanya malas.
"Helow! Saras yang enggak waras, ngapain juga gue jalan ke pinggir cuma buat nabrak lo? Kayak enggak ada kerjaan aja gue," ucap gadis itu angkuh.
"Bukannya lo emang enggak ada kerjaan, ya? Kerjaan lo 'kan cuma mancing emosi gue," ucap Saras sarkastis. Emosinya segera naik ke puncak teratas. Namun, jauh di dalam hatinya, ia merasa sedih karena tidak sempat menikmati makanan favoritnya yang terlanjur jatuh karena ulah gadis ular itu.