[ TELAH TERBIT | PART MASIH LENGKAP ]
"Tuhan memang satu, kita yang tak sama."
- A. Darian Aksata
"Tolong tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umat-Nya mencintai hamba-Nya?"
- Jasmine Saras Alkaren
"Aksa dan Saras hanya ditakdirkan untuk b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kalau lo menganggap mantan sebagai sampah, bukannya sampah itu ada yang bisa didaur ulang, ya? Berarti enggak menutup kemungkinan kalau kita bisa balikan, 'kan?"
- Dimasta Leo -
•••
"Yang ini gimana, Ras?"
Saras menoleh ke belakang dan menatap setelan yang disarankan Bara. "Ehm ... kayaknya enggak, deh, Bar. Terlalu formal. Nanti yang ada kita keliatan kayak mau meeting, bukan nge-dance," jawab Saras sedikit tak enak karena sedari tadi ia selalu menolak saran dari Bara.
Bagaimana tidak? Bara selalu menyarankan setelan yang bernuansa formal dan berwarna hitam-putih. Setelan seperti itu tentu saja tidak cocok untuk mereka pakai di acara HUT SMA McKenzie nanti.
"Ya udah, gue coba cari lagi." Bara meletakkan kembali setelan pilihannya tadi ke tempat semula. Lelaki itu kemudian berjalan masuk ke dalam rak sebelah kanan untuk mencari setelan yang lebih informal.
"Sip," jawab Saras, lalu kembali fokus memilah-milah pakaian yang akan menjadi kandidat kostum mereka nanti.
"Kalau yang ini, Ras? Cocok, enggak?" Orion mengangkat satu rompi berwarna krem dan dalaman putih polos dipadu dengan jeans cokelat susu.
"Pastel banget warnanya, Yon. Kurang nyatu sama konsepnya," jawab Saras tak setuju.
"Emang mau nyanyi apa, sih, Ras?" Alta yang sejak tadi hanya duduk diam mengamati sahabat-sahabatnya memilih kostum pun angkat bicara. Sebenarnya ia sudah lelah dan mengantuk, tetapi Saras memaksanya untuk ikut dengan alasan ia harus memberi saran tentang kostum yang akan mereka kenakan nanti.
"Tau, nih. Kita disuruh milih kostum, tapi enggak dikasih tau lagu dan konsepnya kayak apa," sahut Orion malas. Lelaki itu kemudian bergabung dengan Alta, duduk di sudut toko.
"Make a Wish," jawab Saras, membuat kedua sahabatnya itu mengerutkan kening.
"Make a wish? Yon, lo ultah sekarang?" tanya Alta bingung.
"Perasaan kaga, dah. Lo kali, Ta?" Orion justru bertanya balik.
"Yeee, mana ada! Ultah gue udah lewat kali," jawab Alta.
"Lah, terus kok si Saras nyuruh kita make a wish?" Orion terbingung-bingung di tempat duduknya.
"Si goblok anaknya bahenol." Saras menjitak kepala Alta dan Orion bergantian saking gemasnya melihat tingkah mereka yang polos nyerempet bego. "Bukan itu maksudnya! Maksud gue, tuh, judul lagu yang bakalan kita bawain itu 'Make a Wish' dari NCT!"