34 | COTTON CANDY

1.4K 308 50
                                        

"I am not jealous

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"I am not jealous. I'm territorial. Jealous is when you want something that's not yours. Territorial is protecting what's already yours."

— Jasmine Saras Alkaren

•••

"Di sini, Ssa. Di sini Saras ngebunuh mama Saras sendiri."

Aksa mengedarkan pandangan ke segala penjuru gedung tua tersebut. Seperti namanya, gedung ini memang benar-benar tua. Tidak ada yang menarik sama sekali di sini, kecuali beberapa mural yang terlihat cukup estetis. Namun, sayangnya mural itu juga tertutup oleh debu tebal saking tak terawatnya.

"Dulu waktu SMP, Saras punya musuh. Mereka biasa disebut dengan nama Slyther. Geng Slyther terdiri dari tujuh anggota, empat orang laki-laki dan tiga orang perempuan. Elang Cakra Witama, ketua Slyther itu benci banget sama Saras karena dulu Saras nolak cintanya dia. Sejak saat itu, Slyther mengibarkan bendera perang ke Saras. Dan hari itu, hari di mana seharusnya Saras mati, justru jadi hari kematian Mama."

Pemandangan gudang tua di depannya itu membuat memori masa lalu Saras timbul dan mengambil alih pikirannya hingga saat ini ia kembali bernostalgia pada insiden lima tahun lalu yang merenggut nyawa ibunya.

"Lo dateng ke sini atau ibu lo ini habis di tangan gue?"

"Bangsat! Jangan berani-berani lo sentuh mama gue, Bajingan!"

"Up to you! Pokoknya, kalau lo telat sedikit aja, siap-siap lo bakalan say goodbye ke ibu lo ini, Ras. Gue tunggu kedatangan lo!"

"Sial!"

Jadi, saat itu seharusnya Saras yang datang ke gedung tua yang telah disepakati untuk pertemuan kedua belah pihak antara dirinya dan Slyther. Namun, karena hari itu Sania, mama Saras, curiga dengan chat yang masuk ke ponsel putrinya, akhirnya Sania-lah yang pergi menemui Slyther di gedung tua tersebut.

Tidak ada maksud lain. Sania hanya ingin melindungi buah hatinya. Ibu dua anak itu merasa sangat khawatir ketika membaca chat masuk di ponsel putrinya yang terlihat seperti sebuah ancaman. Maka dari itu Sania langsung mendatangi tempat yang telah dijanjikan dalam chat. Namun, sialnya Elang langsung menyanderanya dan mengancam Saras untuk datang jika tak ingin sang ibu mati di tangan mereka.

Lalu, ketika Saras tiba di gedung tua itu, Elang langsung menariknya dan hampir melecehkan Saras. Untungnya gadis itu berhasil melawan sebelum Elang berhasil melucuti pakaiannya. Saras yang emosi karena Elang sudah berani berbuat tak senonoh padanya langsung mengeluarkan pisau lipat dari balik almamaternya. Dengan amarah memuncak, Saras berlari ke arah Elang, bermaksud untuk membunuh lelaki itu dengan pisau miliknya. Namun, naas karena bukan Elang yang tumbang, melainkan mamanya yang tak ingin Saras menjadi seorang pembunuh.

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang