37 | JANGAN-JANGAN

1.3K 293 54
                                        

"Tidak semua orang yang terlihat cuek itu benar-benar tidak peduli

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tidak semua orang yang terlihat cuek itu benar-benar tidak peduli. Bisa jadi memang begitulah cara mereka menyampaikan kasih sayangnya."

Kalva x Bunda Tiara —

•••

"Pelan-pelan. Sakit, nih," ringis Kalva begitu kain kompres yang dingin itu menyapu permukaan kulitnya yang lebam akibat pukulan Saras tadi.

"Iya, ini juga udah pelan," ucap Saras dengan nada suara rendah. Gadis itu menatap ngeri luka-luka lebam yang terdapat di beberapa titik di punggung kakaknya. Tentu saja luka-luka itu adalah hasil karyanya sendiri.

"Lo udah usir si bisu, 'kan?" tanya Kalva dingin.

"Iya, udah," jawab Saras bak anak kecil yang sedang dimarahi oleh ibunya. Saat ini Saras hanya akan menurut dan memberikan jawaban 'iya' untuk Kalva karena gadis itu harus membayar aksi bar-barnya tadi.

"Baguslah," ucap Kalva. Setelah itu semuanya menjadi hening. Lelaki yang bertelanjang dada di depan Saras itu hanya diam sambil menikmati sapuan lembut dari sang adik yang tengah mengobati luka lebam di punggungnya.

Omong-omong soal Aksa. Lelaki berkacamata itu sudah pulang sejak tadi karena Saras mengatakan bahwa Kalva sedang dalam mood yang buruk dan situasinya akan jadi lebih buruk jika Aksa masih tetap tinggal di sini. Jadilah lelaki itu pamit pulang setelah meminta maaf pada Kalva atas keributan yang terjadi di rumah mereka.

"Udah selesai. Dah, pake baju lo sono!" Saras mendorong pelan tubuh Kalva untuk memberi kode bahwa ia telah selesai mengobati luka lelaki itu.

"Nanti ae," jawab Kalva cuek. Alih-alih kembali mengenakan kausnya, lelaki dengan kalung salib yang menghiasi lehernya itu berbalik badan dan menatap dalam mata sang adik. "Gue nyariin lo sejak pagi, tapi lo enggak ada. Niki sama Rean juga bilang begitu. Lo ke mana emang? Enggak bolos lagi, 'kan? Awas aja sampe ketahuan masih suka bolos lo!"

"Dih, apaan, sih? Orang gue seharian duduk di kelas sama Aksa," jawab Saras tanpa memfokuskan matanya pada Kalva. Gadis itu merasa risi karena sang kakak bertelanjang dada di depannya. Persis di depannya. Ya meskipun situasi seperti ini sudah sering terjadi di antara mereka, tetapi tetap saja Saras merasa risi karena ia harus melihat dada bidang dan perut kotak-kotak Kalva yang bisa membuatnya oleng.

Kalva mengangkat satu alisnya. "Tumben?"

"Tumben apa?" tanya Saras tak mengerti.

"Tumben kalem. Biasanya juga bar-bar. Nongkrong di kantin belakang lah, di markas MOXIE lah, nah sekarang? Diem di kelas seharian. Kesambet apaan lo, Bocil?" Kalva melemparkan kaus bekasnya ke wajah Saras lantas tertawa ngakak ketika melihat ekspresi kesal adiknya.

"Sialan!" umpat Saras kesal, lalu membuang kaus Kalva ke sembarang arah. "Lagian apa urusannya sama lo? Gue mau diem di kelas seharian atau mau nongkrong di markas MOXIE, emangnya penting buat lo? Lo aja jarang perhatiin gue. Jadi, kenapa sekarang lo sok care gini?"

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang