46 | SENYUM GETIR

1.3K 276 150
                                        

"Penyesalan adalah penjara tak kasat mata yang sangat menyiksa bagi orang yang mengalaminya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Penyesalan adalah penjara tak kasat mata yang sangat menyiksa bagi orang yang mengalaminya."

- Kalva Andrean Dinata -

•••

Saras sudah menduga bahwa hubungannya dengan Aksa akan berada di ujung tanduk setelah insiden tiga hari lalu. Lelaki berkacamata yang selalu mengajaknya makan di jam istirahat itu kini tak ubahnya seperti orang asing yang sama sekali tak me-notice kehadirannya. Saras didiamkan oleh Aksa selama tiga hari penuh. Diperlakukan seperti angin lalu. Dan Saras tidak tahan akan hal itu.

Day 1.

Pagi itu adalah jam pelajaran Bu Nunik. Namun, beliau berhalangan hadir karena sedang tidak enak badan. Gerald sebagai ketua kelas pun menunjuk Aksa untuk mengambil catatan tugas dari Bu Nunik di ruang guru karena dirinya sedang sibuk mengisi jurnal kelas. Kebetulan sekretaris kelas juga sedang absen, jadi Gerald yang mengambil alih tugasnya.

Melihat Aksa keluar dari area tempat duduk, Saras segera berdiri dan mengikuti langkah Aksa, bermaksud untuk menemani lelaki itu mengambil catatan tugas di ruang guru. Namun, hal yang didapat Saras saat itu benar-benar membuat hatinya mencelos. Aksa yang selalu menyambutnya dengan hangat kini justru bersikap dingin padanya.

"Tidak perlu ditemani. Aku sudah terbiasa sendiri."

Sungguh. Saat itu, saat di mana Aksa menggerakkan tangannya dengan wajah dingin, Saras benar-benar ingin menangis.

Day 2.

Hari kedua tak ubahnya seperti hari pertama. Aksa masih bersikap dingin dan tak menghiraukan kehadiran Saras di sisinya. Lelaki itu hanya diam dan diam sepanjang hari. Saras tidak pernah diizinkan untuk mengajaknya mengobrol atau sekadar merespons panggilannya.

"Ssa, udah jam istirahat, nih. Kantin, kuy?" ajak Saras dengan wajah berseri-seri.

Tak ada jawaban.

"Ayolah, Ssa. Saras udah laper banget, nih!" Tak menyerah, Saras mencoba untuk terlihat imut di depan Aksa, berharap akan bisa menarik atensi dari sang kekasih. Namun, hal yang didapat tak sebanding dengan usahanya.

Aksa hanya diam, lalu pergi begitu saja dari hadapan Saras. Seolah-olah lelaki itu tidak menyadari keberadaan kekasihnya sendiri.

"Sakit banget, Ssa. Jujur, rasanya diabaikan itu sakit banget." Saras tersenyum getir menatap kepergian Aksa.

Day 3.

Kejadian di hari ketiga baru saja terjadi beberapa menit lalu. Hal yang benar-benar membuat Saras emosi ke puncak tertinggi sekaligus sedih hingga ke titik terendah. Jika di hari pertama Aksa masih mau merespons panggilannya dan di hari kedua Aksa masih mau berdiri di hadapannya, kini di hari ketiga lelaki itu menolak untuk melihatnya.

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang