O9 | SEBUAH PERBEDAAN

2.6K 502 48
                                        

“Kamu dan aku berbeda

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Kamu dan aku berbeda. Itu yang membuat kita tidak bisa berdiri di garis yang sama.”

— Jasmine Saras Alkaren —

•••

"Sejak kapan lo deket sama anak baru itu?" tanya Leo curiga. Sementara yang ditanya malah asyik memanggang daging di atas panggangan. Saat ini MOXIE sedang berada di restoran All You Can Eat Japanese BBQ. Bara baru saja menjual sahamnya karena harga saham saat ini sedang melonjak naik. Jadi, lelaki tampan dengan eye smile itu langsung mengajak sahabat-sahabatnya untuk makan bersama.

"Ras, gue nanya, anjir!" Leo yang tak sabar menunggu jawaban Saras pun berusaha menarik atensi gadis itu dengan mencolek lengannya. Sontak, tindakannya barusan membuat Saras menoleh tajam karena Leo hampir membuatnya menjatuhkan daging yang sudah matang itu.

"Sabar, Malih! Lo enggak liat gue lagi manggang daging buat Orion?" gerutu Saras yang kemudian melanjutkan kegiatannya memanggang daging untuk Orion yang 'katanya' tidak ahli dalam bidang tersebut.

"Ya elah, begituan doang aja pake diurusin. Yon, keterlaluan lo, ye! Masa manggang daging aja enggak bisa? Tujuh belas tahun hidup, lo ngapain aja emangnya?" protes Leo pada Orion yang saat ini sedang mabar game online dengan Bara dan juga Alta.

Orion yang merasa terganggu oleh Leo pun akhirnya menoleh sebentar. "Gue anak sultan, Le. Lo masih nanya selama tujuh belas tahun hidup, gue ngapain aja? Jelas gue enggak ngapa-ngapain, lah! Orang ada Mbak Ria."

Jawaban Orion tersebut membuat Leo naik pitam. Dalam hitungan detik, capitan daging yang menganggur di atas meja sudah berpindah posisi ke kepala Orion. "Mampus lo!" umpat Leo puas.

"Ih, anjing lo, Le!" sahut Orion tak terima. Ponselnya hampir terjatuh karena dirinya oleng akibat capitan daging yang tiba-tiba melayang ke kepalanya.

"Main yang bener, Yon! Lo udah noob, maksa-maksa ikut masuk tim, jadi beban tim kita pula!" celetuk Alta tanpa memalingkan wajahnya dari layar ponsel. Lelaki itu sangat fokus memimpin timnya dalam sebuah permainan game online.

"Sabar, anjir! Ini si Leo ngajak baku hantam!" ucap Orion sambil mengusap-usap kepalanya dengan sebelah tangan, sementara tangan satunya lagi ia gunakan untuk bermain game.

"Serius, dong, Yon! Lo udah noob, segala main pake sebelah tangan lagi! Awas kalau tim gue sama Alta kalah, pokoknya lo enggak boleh join lagi!" timpal Bara.

"Tim lo sama Alta? Tim kita kali, Bre! Tim kita bertiga. Gue 'kan juga ikutan," ucap Orion yang sedikit merasa tak dianggap sebagai anggota tim.

"Ya gimana ya, Bre. Lo 'kan cuma anak bawang," jawab Alta tiba-tiba. Sontak, jawaban itu membuat batin Orion terguncang. Jadi, selama ini ia hanya dianggap anak bawang? Meskipun skill bermainnya tak sehebat Alta dan Bara, tetapi ia benar-benar serius ketika bermain bersama mereka. Orion sungguh tak menyangka Alta dan Bara tega melukai perasannya seperti ini. Biar bagaimanapun juga mereka bertiga sudah mabar sejak tahun pertama mereka di SMA McKenzie.

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang