35 | IDE GILA

1.3K 308 42
                                        

"Sahabat itu seperti bintang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sahabat itu seperti bintang. Meskipun tak selalu terlihat, tetapi mereka selalu ada."

— Jasmine Saras Alkaren

•••

"Wah, gila! Gue jadi enggak sabar mau cepet-cepet liat Saras manggung!"

"Yoi, Bro! Gue bahkan enggak nyangka kalau ternyata si Saras bisa nyanyi."

"Bakalan pecah banget, sih, nanti!"

"Talent yang lain juga pada keren-keren banget!"

Samar-samar Kalva mendengar suara murid McKenzie yang sedang membicarakan sesuatu di mading utama di depan sana. Lelaki yang sedang berjalan menuruni tangga bersama dua sahabatnya, Rean dan Niki, itu langsung menghampiri tempat kejadian. Sial. Ramai sekali kerumunan di depan sana.

"Misi, gue mau liat."

Hanya dengan satu kalimat yang diucapkan dengan suara berat, Kalva mampu mencapai posisi paling depan dan bisa membaca informasi yang tertempel di mading dengan leluasa. Tentu saja seluruh murid McKenzie yang berkerumun langsung menyingkir setelah mendengar suara berat Kalva yang menakutkan bagi mereka.

"Saras? Nyanyi?" Kalva mengernyitkan dahinya ketika membaca nama sang adik yang terdaftar sebagai talent yang akan menyumbang pertunjukan di acara HUT SMA McKenzie nanti.

"Nik, cari tau apa bener adek gue mau nyanyi di acara HUT SMA McKenzie nanti. Dan lo, Re. Cari tau siapa anggota OSIS yang nempelin info ini di mading," titah Kalva pada dua antek-anteknya.

"Siap, Bos!" ucap Rean dan Niki berbarengan. Setelah itu mereka langsung keluar dari kerumunan dan berpencar untuk melakukan tugas yang diberikan Kalva.

"Bangsat! Ini pasti ada yang sabotase formulir pendaftarannya!" geram Kalva. Lelaki itu kemudian berbalik untuk segera kembali ke kelasnya. Namun, sebelum itu, Kalva sempat memerintahkan para murid yang berkerumun di sana untuk memberi tahu Saras agar menghadapnya jika mereka bertemu dengan gadis itu.

"Lo di mana, sih, Dek?!" gumam Kalva cemas sambil terus berlari mencari Saras ke beberapa tempat yang sering gadis itu singgahi di sekolah ini.

•••

"Ras! Ras! Buset, kita cariin ke mana-mana, taunya lo ada di sini!"

Saras menoleh ketika mendengar suara tak asing yang memanggilnya dari arah pintu kelas. Di sana terlihat Orion, Alta, dan Bara baru saja sampai dalam keadaan ngos-ngosan. Mereka kelelahan karena habis berlari ke sana sini untuk mencari Saras. Namun, ternyata gadis itu malah sedang berdiam diri di kelasnya.

"Ya waktu itu 'kan Alta bilang katanya gue harus ada untuk Aksa. Nah, karena cowok gue sukanya duduk di kelas, jadi gue di sini buat nemenin dia," jawab Saras seadanya. "Btw, lo pada abis ngapain? Kok ngos-ngosan gitu?"

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang