57 | GAME OVER I

1.6K 298 124
                                        

"Terkadang seseorang baru menyadari bahwa mereka kehilangan yang terbaik saat sesuatu itu telah tiada

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Terkadang seseorang baru menyadari bahwa mereka kehilangan yang terbaik saat sesuatu itu telah tiada."

— AKSARASSA —

•••

Embusan angin menerbangkan helaian rambut dari seorang lelaki tampan yang sedang terbaring di rerumputan. Satu tangannya berada di atas mata, menutupi rupa wajahnya. Ya, tepat sekali. Lelaki itu memang sedang tertidur. Namun, di tengah tidur nyenyaknya, samar-samar ia mendengar sebuah teriakan seorang gadis yang membuatnya langsung membuka mata.

"Tolong! Tolong! Siapa pun tolongin gue!"

Suara teriakan itu terus menggema di sekelilingnya hingga membuat kepalanya terasa pusing. Ditambah lagi, suara itu terdengar sangat familier. Bohong jika ia tidak tahu siapa pemilik suara itu. Lelaki itu jelas tahu bahwa suara yang ia dengar adalah suara adiknya, Jasmine Saras Alkaren.

"Dek! Lo dimana?!" teriak Kalva yang mulai bangkit dari tidurnya untuk mencari Saras. Namun, sejauh mata memandang, hanya hamparan rumput alang-alang berwarna ungu yang Kalva temukan. Adiknya tidak ada di tempat ini.

"Aksa ... tolongin Saras! Saras enggak mau jadi milik Leo, setengah ataupun sepenuhnya!"

Sial. Teriakan itu muncul lagi dan terus menggema di sekeliling Kalva. Mendengar nama Leo disebut, Kalva langsung naik pitam. Jadi, lelaki berengsek itu sedang bersama adiknya? Dan ... oh Tuhan! Leo sedang melakukan hal apa pada Saras? Mengapa sepertinya Saras sangat terancam saat ini?

"Dek! Tunggu gue! Tolong bertahan sebentar lagi!" teriak Kalva frustrasi. Lelaki itu berlari tak tentu arah di tempat lapang berhias rumput alang-alang ungu ini. Karena tak kunjung menemukan jalan keluar, Kalva menjatuhkan tubuhnya ke tanah dan mulai menangis dengan suara yang memilukan.

"Gue udah mati," lirihnya.

Kalva sempat lupa diri. Lelaki itu lupa bahwasanya ia dan Saras sudah berbeda dimensi. Namun, sekarang ia sudah sadar. Dan kesadaran itu membuat hatinya semakin sakit. Bagaimana bisa orang yang sudah mati kembali ke dunia untuk menyelamatkan orang yang masih hidup?

Demi Tuhan! Kalva sepenuhnya sadar bahwa ia bukanlah tokoh fiksi dalam novel Fantasi. Mustahil baginya untuk kembali ke dunia dan menyelamatkan Saras di saat raganya sudah tak bernyawa.

Tetapi Saras sedang berada dalam bahaya!

Bagaimana ini?

Kalva harus datang menyelamatkan adiknya!

"Tolong, Tuhan! Tolong berikan keajaiban satu kali saja agar saya bisa menyelamatkan Saras. Dia satu-satunya keluarga yang saya punya. Saya tidak akan bisa pergi dengan tenang jika belum memastikan adik saya selamat dari jeratan Leo. Tolong ... sekali ini saja," lirih Kalva sambil bersimpuh di tanah dengan kedua tangannya yang mengepal.

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang