O8 | HUKUM KEADILAN

2.7K 530 44
                                        

"Semua manusia ingin diperlakukan adil

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Semua manusia ingin diperlakukan adil. Bahkan, mereka yang menurut kalian tidak pantas diperlakukan seperti itu pun ingin mendapat keadilan."

— Jasmine Saras Alkaren

•••

"Cepetan woi! Itu gerbangnya udah mau ditutup sama Pak Paijo!"

Aksa semakin mempercepat langkahnya setelah diteriaki Saras yang berlari jauh di depannya. Napasnya terengah-engah akibat berlari dari terminal angkutan umum ke SMA McKenzie. Itu semua karena mikrolet yang mereka naiki tiba-tiba kehabisan bensin. Sebenarnya Saras berinisiatif mengajak Aksa untuk naik taksi, tetapi tidak ada satu pun taksi yang lewat di depan mereka.

"Yah ... yah ... alamat dijemur di tengah lapangan ini mah!" Saras menghentikan langkahnya begitu melihat pintu gerbang sudah ditutup oleh Pak Paijo, satpam sekolah mereka.

Dengan langkah gontai, Saras berjalan ke arah Pak Paijo yang saat ini menatapnya dengan kilatan jahil. Seolah merasa senang atas keberhasilannya menjebak Saras di luar gerbang. Satpam itu memang memiliki pengalaman tak mengenakkan yang berhubungan dengan Saras. Ia pernah hampir kehilangan pekerjaannya karena ketahuan menerima uang sogokan dari Saras untuk membantu gadis itu masuk saat gerbang sekolah sudah ditutup.

"Kali ini saya lebih memilih pekerjaan saya, Mbak. Silakan Mbak Saras menunggu di depan sana selagi saya panggilkan staf kesiswaan," ucap Pak Paijo sambil menunjuk sebuah kursi panjang yang sengaja diletakkan di dekat gerbang.

"Yaelah, Pak. Telat dikit aja kok, masa harus manggil staf kesiswaan?" Saras memasang wajah memelas agar Pak Paijo merasa iba. Namun, usahanya sia-sia karena satpam itu tentu tidak akan mudah tertipu setelah mendapat pengalaman tak mengenakan karenanya.

"Ya itu memang konsekuensinya. Siapa suruh kamu datang terlambat?" Wajah Pak Paijo saat ini tampak begitu menyebalkan di mata Saras.

"Bapak kayak enggak tau saya aja, saya 'kan--"

"Loh, kamu bukannya anak baru itu, ya?"

Ucapan Saras terpotong oleh Pak Paijo yang kini menatap seorang siswa berkacamata di samping kirinya. Aksa baru saja sampai dengan napas yang terengah-engah dan dahi berpeluh. Laki-laki itu tidak fokus pada pertanyaan Pak Paijo hingga saat dirinya ditarik masuk secara tiba-tiba, barulah ia menatap satpam itu dengan dahi berkerut.

"Kenapa saya diperbolehkan masuk?" tanya Aksa menggunakan bahasa isyarat.

"Loh, Pak Paijo curang! Kok dia boleh masuk?" Saras tak terima melihat Pak Paijo pilih kasih dengannya.

"Dia ini murid baru, harus belajar giat biar bisa menjadi lulusan terbaik, makanya saya biarkan dia masuk," jawab Pak Paijo dengan jawaban yang menurut Saras tidak logis. Memangnya mengapa jika Aksa adalah murid baru? Apa Pak Paijo pikir Saras tidak pantas untuk belajar giat dan menjadi lulusan terbaik seperti Aksa?

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang