18 | ORANG MISTERIUS

1.8K 408 57
                                        

“Tuhan memang satu, kita yang tak sama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

“Tuhan memang satu, kita yang tak sama.”

— Jasmine Saras Alkaren

•••

Lima hari telah berlalu sejak insiden di arena balap itu. Kini hubungan Saras dan Leo sedikit merenggang. Gadis dengan bandana merah di lengan kiri seragamnya itu menjaga jarak dari Leo yang otomatis membuatnya ikut menjauhi tiga sahabatnya yang lain.

Sejujurnya, Saras merindukan kekonyolan Orion. Lelaki berwajah konyol itu adalah moodbooster terbaik yang pernah ia punya di dunia ini. Lalu, Alta dan Bara, si twins charming MOXIE yang selalu menghiburnya dengan permainan game online yang bisa membuatnya lupa akan rasa sakit. Ketiga sahabatnya itu adalah obat mujarab untuk menghapus segala keluh kesahnya. Namun, saat ini Saras justru harus menjauhi Orion, Alta, dan juga Bara hanya karena Leo ada di sisi mereka.

Krurkkkk!

"Aduh ...." Saras membungkuk dengan sebelah tangan yang memegangi perutnya. Ia merasa sangat lapar saat ini. Namun, Saras tidak ingin menggunakan uang yang ia dapat dari taruhan itu untuk keperluan pribadinya. Bagaimanapun juga ia harus menyimpan uang itu untuk membayar biaya perbaikan motor Aksa.

Omong-omong. Lima hari lalu Saras sudah mengunjungi bengkel langganannya, tetapi sayang sekali para karyawan di sana mengatakan bahwa montir favoritnya sedang dipindahkan tugas sementara ke cabang lain. Bukan bermaksud untuk meremehkan kemampuan montir yang lain, hanya saja Saras sudah terbiasa dengan layanan montir favoritnya yang biasa ia panggil dengan sebutan Mas Haikal. Pria dua puluh lima tahun itu sangat andal memperbaiki tiap kerusakan yang ada pada kendaraannya. Satu yang Saras suka dari Mas Haikal, pria itu sangat teliti.

"Enak banget!"

"Eh, Mas Dodi ngeluarin menu baru, loh!"

"Ih gila! Enak banget cilok isi ayamnya!"

Saras berharap dirinya berubah menjadi benda mati saja saat ini. Ia tidak ingin telinganya mendengar suara dari beberapa siswi yang baru kembali dari kantin itu. Ia juga tidak ingin hidungnya mencium aroma dari cilok isi ayam yang sepertinya terasa lezat. Bedebah! Tidak tahukah mereka bahwa Saras sedang mati-matian menahan rasa laparnya agar tidak menggunakan uang yang ia simpan untuk biaya perbaikan motor Aksa? Tolong jangan menggoyahkan niat baiknya!

"Tahan, Ras. Lo pasti bisa nahan semua godaan ini," monolog Saras dengan senyum yang dipaksakan. Perlahan, gadis itu berjalan menuju lokernya di ujung koridor, bermaksud ingin mengambil pakaian olahraganya karena sebentar lagi jadwal di kelasnya akan berganti.

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang