[ TELAH TERBIT | PART MASIH LENGKAP ]
"Tuhan memang satu, kita yang tak sama."
- A. Darian Aksata
"Tolong tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umat-Nya mencintai hamba-Nya?"
- Jasmine Saras Alkaren
"Aksa dan Saras hanya ditakdirkan untuk b...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Setiap ingat dirimu rasanya ingin kembali."
— Kalva Andrean Dinata —
•••
Setiap ingat dirimu rasanya ingin kembali Mungkin ingin bertemu masih ada, ingin memeluk masih ada Sayang kini tak bisa, kau telah memilihnya Mungkin saat hatiku masih sayang, salahku memutus cinta Dan kini ku menyesal Rindu hanya di dalam hati 🎶
Kalva yang sedang merapikan kerah seragamnya tertegun ketika alunan lagu Rindu Dalam Hati milik Arsy Widianto dan Brisia Jodie masuk ke indra pendengarannya. Mungkin Saras yang memutar lagu itu dari kamar sebelah. Namun, bukan siapa yang memutar lagu yang menjadi fokus Kalva saat ini, melainkan lirik lagu tersebut yang membuatnya teringat akan nasib percintaannya yang harus kandas karena suatu hal.
"Mungkin saat hatiku masih sayang, salahku memutus cinta. Dan kini ku menyesal, rindu hanya di dalam hati." Kalva menyanyikan potongan lagu tersebut sambil menatap sebuah pigura foto seorang gadis cantik yang mengenakan seragam SMP. Foto itu ia ambil diam-diam di hari pertama MOS SMA McKenzie.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kamu enggak pernah berubah, Sy. Masih gemesin kayak kali pertama aku liat kamu di barisan murid baru," ucap Kalva pelan. Matanya nanar menatap wajah imut Daisy di foto tersebut. Ah, betapa ia merindukan gadisnya yang telah ia lepaskan itu.
"Kalau bukan karena Elang, aku mungkin masih sama kamu, Sy. Walaupun kita enggak seiman, seenggaknya aku bisa egois sebentar aja untuk mengklaim kamu sebagai milikku," lanjut Kalva.
Penyesalan adalah cara terbaik untuk menghukum seseorang yang telah menyia-nyiakan sesuatu yang berharga dalam hidup mereka. Dan saat ini Kalva tengah merasakannya. Betapa sakit hatinya menahan rindu yang tak bisa lagi tersampaikan. Namun, sesakit apa pun rasa itu, Kalva berusaha untuk ikhlas menerima kenyataan bahwa saat ini ia hanya bisa melihat Daisy bahagia walaupun bukan dirinya yang membuat gadis itu bahagia.
Jika kita mencintai seseorang, maka kita harus melepaskannya. Bukan karena kita berhenti mencintai, tapi karena kita tahu dia berhak bahagia, walaupun bukan kita yang membuatnya bahagia.