3O | SPECIAL DAY

1.5K 332 56
                                        

"Aku tidak peduli pada perkataan orang lain tentang hubungan kita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku tidak peduli pada perkataan orang lain tentang hubungan kita. Fakta bahwa kamu adalah lelakiku akan selalu sama."

— Jasmine Saras Alkaren

•••

"I LOVE YOU, MR. AKSATA!!!"

Aksa segera menarik tangan Saras agar gadis itu kembali duduk di sebelahnya. Gadis itu gila. Berteriak kencang seperti tokoh Tarzan dalam serial televisi. Memangnya dia pikir dia sedang ada di mana? Hutan belantara?

"Jangan berteriak-teriak seperti itu, nanti mengganggu ketenangan yang lain!" ucap Aksa dengan menggunakan bahasa isyarat.

Saras yang sudah kembali duduk pun hanya memperlihatkan cengiran cerianya pada Aksa. Masa bodo, yang penting hari ini adalah hari bahagianya. Saras ingin melakukan apa saja untuk bereuforia.

"Hei, dengar tidak?" tanya Aksa dengan wajah ditekuk karena Saras mengabaikan peringatannya tadi.

"Seharusnya gue yang nanya gitu ke lo. Dengar, enggak?" Alih-alih menjawab, Saras justru melemparkan pertanyaan serupa pada Aksa. Membuat lelaki berkacamata itu mengerutkan dahinya heran.

"Dengar apa?" tanya Aksa tak mengerti.

"Tadi gue bilang apa?" pancing Saras.

"I love you," jawab Aksa.

"I love you too, Aksa! Fix, lo sama gue jadian hari ini!" Saras tertawa puas karena berhasil menjebak Aksa untuk mengucapkan kalimat yang sangat ingin ia dengar dari lelaki itu.

"Hei, mana bisa begitu? Aku hanya menjawab pertanyaanmu barusan," ucap Aksa gugup. Wajah dan telinga lelaki itu berubah warna menjadi merah, tanda ia sangat gugup saat ini.

"Lho, kok begitu? Emangnya lo enggak mau jadi pacar gue? Terus, perasaan yang lo nyatain di bengkel Mas Haikal waktu itu maksudnya apa? Lo mau PHP-in gue, Ssa? Wah, kurang ajar! Minta di--"

"Sssttt ... cerewet sekali," potong Aksa dengan tangannya yang menjepit bibir Saras agar gadis itu berhenti mengoceh. "Bukan itu maksudku, hanya saja ...."

"Hanya saja apa?!" tanya Saras, terkesan menantang.

"Aku tidak ingin egois untuk memintamu menjadi gadisku. Bersama denganku hanya akan membuatmu malu," jawab Aksa, lalu menundukkan kepalanya lesu.

"Kenapa harus malu?" Saras ikut menundukkan kepalanya untuk mengintip wajah Aksa. Lelaki itu terlihat ragu untuk menjalin hubungan dengannya.

Secara tiba-tiba, Aksa mengangkat kepalanya hingga kini tatapan mereka bertemu. Netral legam Aksa menatap ke dalam netra kecokelatan Saras. "Karena kamu mengencani seorang lelaki cacat sepertiku."

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang