[ TELAH TERBIT | PART MASIH LENGKAP ]
"Tuhan memang satu, kita yang tak sama."
- A. Darian Aksata
"Tolong tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bukan umat-Nya mencintai hamba-Nya?"
- Jasmine Saras Alkaren
"Aksa dan Saras hanya ditakdirkan untuk b...
SELAMAT MEMBACA CUPLIKAN-CUPLIKAN YANG HANYA DAPAT KALIAN TEMUKAN DI NOVEL!ヾ(^-^)ノ
**•̩̩͙✩•̩̩͙*˚ ˚*•̩̩͙✩•̩̩͙*˚*
CUPLIKAN 1
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Singapura, 2026.
"Sedang apa kamu, Aksa?"
Aksa menoleh dan mendapati bahwa ayah tirinya sudah berdiri tepat di belakang kursi belajarnya. Mata yang sudah menua itu menatap penasaran pada sebuah surat yang berada dalam genggaman tangan Aksa. Darma pasti penasaran dengan surat yang Aksa terima karena sejak kepindahan mereka ke negeri singa ini lima tahun lalu, anak tirinya itu tidak pernah mendapat satu surat pun.
"Oh, ini Aksa dapat surat undangan reuni SMA McKenzie angkatan 21 dari Gerald, Yah," ucap Aksa yang kemudian tersenyum kecil sambil mengusap pelan surat yang berada dalam genggamannya.
"Reuni SMA McKenzie angkatanmu?" tanya Darma yang mulai tertarik dengan topik pembicaraan ini.
Aksa mengangguk pelan. "Iya, Yah. Menurut ayah, apa aku harus datang?" tanyanya sedikit ragu.
CUPLIKAN 2
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh, gue denger-denger ada anak baru di kelas XII IPA 3, loh!"
"Anak baru? Yang mana?"
"Yang matanya biru! Ganteng banget!"
"Ohhh, Kak Mohamed Hisyam?"
"Iya, Kak Hisyam maksud gue!"
"Tapi bukannya dia anak pergantian pelajar dari Kairo, ya? Yang gantiin Kak Bagas, 'kan?"
"Ah masa, sih?"
"Serius. Orang gue denger langsung dari Bu Nina, wali kelasnya Kak Bagas."
"Oh, jadi Kak Hisyam itu dari Kairo, ya? Wah! Rasa ingin mengajaknya ta'aruf, tapi gue sadar kalau kelakuan gue jauh dari tipe ukhti idamannya."