22 | TAWARAN JOB

1.7K 368 26
                                        

"Jangan berbicara seolah-olah kamu mengenal dia seutuhnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jangan berbicara seolah-olah kamu mengenal dia seutuhnya. Jika hanya namanya yang kamu tahu, jangan sok membicarakan tentang keburukannya."

— A. Darian Aksata

•••

I love myself!
Nan mwonga dalla dalla yeah
Oh, oh
I love myself!
Nan mwonga dalla dalla yeah
Nan neorang dalla dalla yeah🎶

Bahkan, dari halaman rumah, sound dari speaker yang Daisy putar di ruang tengah terdengar jelas. Suara itu membuat Aksa mengernyit heran. Apa Daisy sedang berpesta di dalam sana? Jika iya, Aksa tidak merasa heran, sih, karena sejak di sekolah tadi ia melihat wajah Daisy berseri-seri saat berpapasan dengannya.

Setelah selesai memarkirkan vespa yang baru saja diperbaiki oleh montir favorit Saras, Aksa berjalan memasuki ruang tamu. Di sana ia melihat Tiara sedang duduk sambil membaca majalah fashion terbaru, sementara di ruang tengah sana adik tirinya itu sedang berjoget ria diiringi dengan lagu Dalla Dalla oleh Itzy.

"Bad, bad, I'm sorry I'm bad
I'm just the way I am
Nam singyeong sseugo salgin akkawo
Hago sipeun il hagido bappa
My life, nae mamdaero sal geoya malliji ma
Nan teukbyeolhanikka yeah!" Daisy menyanyikan part Yuna, Chaeryeong, dan Yeji sekaligus. Gadis yang mengenakan hotpants dipadu dengan t-shirt oversize itu semakin gila berjoget mengikuti iringan lagu tersebut.

Apa Daisy baru saja memenangkan undian berhadiah? Batin Aksa. Lelaki berkacamata yang masih menggendong tas di salah satu bahunya itu menatap heran ke arah sang adik. Memang, sih, Aksa tahu bahwa Daisy sedang dalam mood yang baik, tetapi ia tidak tahu apa yang menyebabkan adik tirinya itu terlihat begitu bahagia saat ini.

"Namdeurui siseon jungyochi ana. Nae style-i joa geuge nanikka--" Daisy menghentikan nyanyiannya saat tak sengaja matanya menatap Aksa yang sedang memperhatikannya dari sudut ruangan, seolah-olah kakak tirinya itu tidak mau mengganggu momen bahagianya.

Lagu tersebut berhenti diputar saat Daisy mematikan speaker-nya. Gadis itu berjalan cepat menghampiri Aksa yang terlihat bingung karena tiba-tiba Daisy berhenti menari. "Mengapa kamu berhenti menari? Tarianmu bagus, aku senang melihatmu menikmatinya. Kamu terlihat begitu bahagia." Aksa menggerakkan tangannya dengan senyum lebar, tanda lelaki itu sangat menyukai performance dari sang adik.

"Gue enggak peduli lo ngomong apa, ya! Yang pasti sekarang gue mau nanya hal penting ke lo!" ucap Daisy ketus. Membuat senyum Aksa perlahan memudar.

"Kamu ingin bertanya apa?" tanya Aksa.

"Lo ada hubungan apa sama Saras si kakak kelas songong itu?! Emang, sih, dia pernah belain lo dari amukan Kak Kalva di hari pertama lo sekolah, tapi saat itu gue pikir Saras sengaja ngebela lo karena dia enggak suka sama tindakan kakaknya. But, what do i see? Lo ternyata sedekat itu sama Saras sampe-sampe lo berani bawa dia ke sini saat rumah lagi kosong? Bisu ... bisu. Ternyata lo enggak sepolos itu, ya? Dan Saras, yah, ternyata gue benar. Dia emang jalang murahan yang mau-mau aja dibawa ke rumah cowok di saat rumahnya lagi kosong!" cerca Daisy.

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang