13 | TUHANKU DAN TUHANMU

2.3K 446 33
                                        

"Seburuk apa pun bunda memperlakukanku, anakmu ini tidak akan pernah lupa pada jasa seorang ibu yang telah melahirkannya dengan bertaruh nyawa

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Seburuk apa pun bunda memperlakukanku, anakmu ini tidak akan pernah lupa pada jasa seorang ibu yang telah melahirkannya dengan bertaruh nyawa. Aku menyayangi bunda tanpa peduli rasa sayang ini terbalas atau tidak."

— A. Darian Aksata

•••

Vespa butut yang mengeluarkan suara bising itu melaju dengan kecepatan tinggi, melewati banyak murid McKenzie yang tengah berjalan mendekati gerbang masuk. Seorang gadis yang mengenakan seragam olahraga dengan bangga menggeber motor yang ia kendarai hingga memancing banyak umpatan dari warga sekolah, tak terkecuali Pak Paijo yang langsung sport jantung kala motor itu lewat di depannya.

Semua mata kini memandang ke arahnya. Gadis itu baru saja selesai memarkirkan vespa bututnya di sebelah Kawasaki Ninja ZX10-R yang diketahui milik Dimasta Leo, salah satu anggota MOXIE.

"Gila! Gue enggak salah liat?"

"Saras jatoh miskin?"

"Dewi MOXIE jadi gembel mendadak?"

"Itu sultan udah bosen make Lamborghini SC20 apa ya sampe diganti sama vespa butut begitu?"

Begitulah bisikan-bisikan yang terdengar di sekitar area parkir. Saras, si pengendara vespa butut ugal-ugalan itu masih belum beranjak dari sana. Ia malah mengeluarkan ponselnya untuk menelepon Aksa dan memberitahu bahwa motor lelaki itu sudah ia bawa ke sekolah. Jadi, nanti Aksa tinggal membawa pulang motornya tanpa harus repot-repot mampir ke rumah Saras.

"Kayaknya itu jalang habis kalah balapan terus dihajar sama lawannya karena enggak mau ngelepas mobilnya sebagai taruhan. Liat aja tuh muka sama bibirnya memar-memar kayak abis ditonjok."

Mendengar dirinya digunjing oleh seniornya, Saras tak tinggal diam. Gadis itu paling benci digunjing dari belakang seperti ini. Menurutnya, tindakan seperti itu adalah tindakan murahan. Orang yang suka membicarakan keburukan orang lain di belakang hanyalah pengecut yang tidak berani menghadapi sesuatu secara langsung. Lihat saja, begitu Saras mendekati kakak kelasnya, gadis yang tadinya begitu percaya diri membicarakan keburukan Saras kini gemetar ketakutan.

"Ngomong apa lo barusan?!" tanya Saras garang. Dagunya ia angkat tinggi-tinggi, ciri khasnya jika sedang berbicara dengan musuh.

"Lo udah miskin enggak usah belagu gitu, deh, Ras! Geli gue liatnya!" Kakak kelas yang diketahui Saras bernama Regina itu menjawab dengan intonasi yang terkesan dipaksakan. Saras tahu Regina takut padanya. Namun, karena sekarang mereka berdua sedang menjadi pusat perhatian siswa-siswi McKenzie, Regina bersikap seolah-olah dirinya tidak terintimidasi oleh kehadiran Saras.

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang