O3 | LELAKI TUNAWICARA

4.3K 716 207
                                        

"Tidak ada yang ingin menjadi penyebab kekacauan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tidak ada yang ingin menjadi penyebab kekacauan. Di beberapa kesempatan, kita kehilangan kendali untuk mencegah hal itu terjadi."

— Jasmine Saras Alkaren —

•••

"Ya ampun, Sayang! Kamu kenapa?"

Aksa menoleh ke asal suara. Matanya menatap seorang gadis dengan seragam SMA yang baru saja masuk ke dalam rumah. Penampilannya kacau. Terdapat banyak luka di wajah gadis itu, lengkap dengan rambut yang kusut seperti habis tersetrum listrik. Aksa sudah dapat menebak apa yang terjadi. Daisy, adik tirinya itu pasti baru saja bertengkar dengan seseorang seperti yang sudah-sudah.

Meninggalkan pekerjaannya, Aksa menghampiri Daisy dan sang bunda di ruang tamu, lalu berkata, "Kamu terluka. Sini biar ku obati lukanya."

Aksa berharap bisa membantu sang adik untuk mengobati lukanya, tetapi selalu saja penolakan yang ia dapat. Tangannya yang terulur untuk membantu Daisy langsung ditepis kasar oleh sang gadis. Aksa melihat Daisy tampak begitu marah saat dirinya hadir di tengah-tengah mereka.

"Lo nggak bisa apa-apa, Bisu! Jangan sok-sokan mau bantuin gue!" tolak Daisy.

Terbiasa dengan hal itu, Aksa tak merasa tersinggung. Ia malah kembali menggerakkan tangannya, berusaha berkomunikasi melalui isyarat, dan kemudian menggapai tubuh Daisy untuk dipapah.

"Aku tidak tega melihatmu terluka."

"Nggak, Bisu! Gue bilang, gue nggak mau dibantu sama lo! Mending lo balik ke tempat semula dan kerjain tugas lo seperti biasa!" Daisy mendorong tubuh Aksa hingga lelaki itu tersungkur ke lantai. Luka di telapak tangan itu kembali terbuka, padahal tadi Aksa sudah menutupnya dengan plester.

"Kamu nggak dengar apa kata Daisy, hah?!" Jika sejak tadi hanya Daisy yang merespons Aksa, kini giliran sang bunda yang membentaknya dengan keras. Tiara, wanita yang masih tampak cantik di usianya yang tak lagi muda itu menendang kaki anak laki-lakinya tanpa perasaan.

"Tapi aku hanya ingin membantu Daisy, Bunda."

Frustrasi melihat gerakan tangan Aksa, Tiara berjongkok untuk mendekati wajah anaknya itu. Ia kemudian melontarkan kata-kata yang membuat hati Aksa teriris perih. "Kamu, beserta seluruh kekuranganmu itu, saya tidak akan pernah bisa menerimanya! Berhenti bersikap seolah-olah kamu adalah bagian dari keluarga saya!" hardiknya penuh penekanan.

"Bunda, tapi ...."

"Diem, Bisu! Lo cuma bikin bunda sama gue frustrasi karena ngeliat gerakan tangan lo yang nggak jelas itu, tau, nggak?!" Daisy menatap tajam Aksa, kemudian beralih pada Tiara di sampingnya. "Udah, tinggalin aja dia, Bun. Mending bunda bantuin aku ngobatin luka-luka ini. Sakit banget, Bun. Saras si kakak kelas songong itu tadi macem-macem sama aku."

[✔] AKSARASSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang