Bagian sembilanbelas

20.4K 1K 10
                                        

Jangan lupa vote comment

Happy reading 🤍

__________


"Eh, Mas Raffa disana?! Gue otw sekarang!"

Panggilan terputus. Zara meringis karena kehebohan Alea, dan sepertinya Raffa mendengar seruan Alea barusan.

Raffa terkekeh pelan. "Alea, ya?"

Zara mengangguk sungkan. "Maaf."

"Gak papa, biar rame kalo ada Alea."

Zara tersenyum kemudian melirik ke bawaan yang masih dipegang Raffa. "Mas Raffa gak bilang kalo mau barbeque hari ini."

Raffa memang sering mengajak dirinya dan Aby untuk mengikuti acara makan-makan seperti ini jika weekend . Namun Aby lebih sering menolak ajakan Raffa. Ya seperti yang sudah dikatakan, Aby jarang ada di rumah.

Raffa nyengir. "Sengaja gak bilang. Kalo bilang-bilang, pasti Aby yang rusuh karena gak mau." 

"Tapi Mas Aby pergi dari tadi pagi, belum pulang," ucap Zara memberitahu.

"Pergi lagi, ya? Kalo Bu Inar sama Pak Damar?" Raffa bertanya lagi.

"Pergi ke supermarket, bentar lagi pulang kayanya."

Setelah ucapan Zara barusan, Raffa memilih duduk di salah satu kursi yang tersedia di teras rumah. Raffa mengeluarkan ponselnya dan mulai memainkan salah satu game online yang dimilikinya.

"Aku buatin minum dulu ya, Mas," ucap Zara.

"Eh, gak usah, Ra. Nanti aja pas kita mulai sekalian," sahut Raffa yang masih fokus dengan ponsel di genggamannya.

"Oh, yaudah aku siapin ini aja ke atas dulu."

Raffa mengangguk. "Barang-barang yang berat biar aku aja yang bawa nanti, tunggu yang lainnya pada dateng."

Zara mengangguk dan berlalu dari pandangan Raffa. Setelah Zara pergi, Raffa mematikan game online nya dan beralih ke aplikasi pesan. Ia mengetik pesan singkat pada Aby.

Raffa
Gue dirumah lo. Lo gak pulang?

Aby
Maleman gue pulangnya

Raffa hanya membaca pesan itu dan menutup ponselnya. Aby tetap tidak peduli dan itu membuat Raffa menjadi risau. Raffa menghela napasnya kasar lalu memandang halaman luas di hadapannya. Game online tadi hanya pengalih perhatiannya dari Zara. Matanya terpejam sejenak menikmati angin sore dan keheningan yang menyapa dirinya. Karena keheningan yang hadir, pikirannya menjadi terfokuskan dengan Zara. Zara Aleena Sabiya, nama yang tidak pernah terganti semenjak dua tahun terakhir.

Sikapnya, senyumnya, tawanya semuanya masih menjadi hal yang menawan di mata Raffa. Bagaimana bisa Aby melewatkan hal tersebut dari Zara. Padahal karena hal itulah, Raffa lebih sering mengalihkan perhatiannya untuk Zara. Ia tidak ingin perasaan ini semakin tumbuh mengingat Zara yang telah menikah dengan Aby. Ah, mengingat tentang Aby yang memperlakukan Zara seperti itu, ingin rasanya ia marah. Tetapi tentu saja hal itu tak bisa ia lakukan. Aby dan keluarganya terlalu baik padanya. Lagipula Zara terlihat begitu mencintai Aby. Tidak ada pilihan lain baginya selain menjaga Zara dengan hal-hal kecil.

"Mas Raffa!"

Raffa tersentak dengan suara yang tiba-tiba mengagetkannya. Kepalanya mendongak dan melihat siapa yang datang. Sedangkan yang dilihat hanya nyengir.

Tahta Hati [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang