24

93 12 5
                                        

Bohong kalau Gahyun tidak menginginkan yg namanya pacar. Semua remaja seumuran nya juga menginginkan hal itu bukan?

Terkadang di hari libur, Gahyun bosan dirumah sendirian, ia juga sudah muak melihat laptopnya, nonton drama dan lain-lain.

"Kaaakkk.."

"Hmm.." juyeon sedang duduk di ambang jendela nya.

"Kak, kita nonton yuk weekend nanti.."

"Ehm, kakak udah ada janji sih.."

"Hahh, tau gak, Adek sekarang lagi di fase bosan sama kesendirian ini. Adek tuh pengen juga kayak orang-orang gitu, jalan sama pacar nya, terus makan bareng-"

"Ya makanya punya pacar. Tau gak sih, jadi mandiri itu emang bagus, tapi kalo kamu udah kelewat pengen apa-apa semua nya sendiri, ya gini jadinya, kamu bosen sama siklus hidup yg gitu-gitu aja."

"Ehm, gimana ya, Adek tuh punya trust issue soal itu.."

"Iyaa, kakak tau, but gak ada salah nya kan buat mencoba lagi dari awal."

"Emang, kakak weekend mau kemana?"

"Ngumpul sama temen-temen.."

"Ikuutt...."

"Ahh enggak! Entar pada nanyain kamu lagi, gak boleh!"

"Yaaahhh kakak mah.. huh." Gahyun melipat tangan nya, memperlihatkan ekspresi cemberut.

"Enggak! Gak mau ya. Kakak gak mau ajak kamu. Ntar ngerepotin lagi."

"Dih, aku udah gede kali."

"Tuh dipanggil mama.." padahal tidak ada suara mama teriak.

"Iss yaudah lah."

Gahyun kembali ke kamarnya, ia berbaring di atas ranjang, menatap ke langit-langit kamar yg dipenuhi dengan bintang-bintang kertas.

"Huhh.. apa iya aku harus bisa mulai lagi, tapi sama siapa, kata orang, kalo terlalu fokus karir, nanti susah dapet cinta.. ahhh pusing."

Gahyun membenamkan kepala nya ke bantal, kalau bisa digambarkan, mungkin kepala nya sekarang sudah dipenuhi dengan benang kusut yg melambangkan pikirannya yg kacau saat ini.

Dan tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk ke handphone Gahyun.

"Siapa lagi nih."

Gahyun membuka handphone nya, ada pesan masuk dari id yg tidak dikenal.

Disitu hanya tertulis 'hi'

"Dih, apaan sih." Gahyun mengabaikannya.

Kini ia kembali tidur terlentang dan memejamkan matanya.

Lalu tak lama kemudian ada yg menelepon. Ya, dari nomor yg tidak dikenal.

"Halo?"

"Hai, ini Gahyun ya?" Suara itu sepertinya pernah Gahyun dengar.

"Ini siapa?"

"Gua yg waktu itu di gerbang, Yohan."

"Oh elu, kenapa?"

"Save ya nomor gua."

"Buat apa?"

"Ya biar kita bisa ngobrol."

"Gak ah. Kita gak ada topik yg harus diobrolkan."

"Gapapa save aja nomor gua."

"...."

"Yaudah, gua tutup ya, good night, Gahyun."

Gahyun langsung menutup teleponnya. Gara-gara telepon tidak jelas dari Yohan, Gahyun menjadi haus, ia bangkit dan berniat menuju ke dapur.

(before) Marriage || Lee Jaehyun (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang