Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

31

80 14 2
                                        

Gahyun keluar dari persembunyian nya, ia terduduk lemas di dekat pintu, memeluki lututnya.

"Adek!" Juyeon mencari keberadaan Gahyun.

"Terakhir dia bilang, dia sembunyi dikamar mandi bang."

Juyeon langsung menuju kesana, disusul oleh jaehyun.

Saat mereka bertemu dengan gahyun, betapa memprihatinkan keadaanya, ia nampak masih ketakutan.

"Ya Tuhan, maafin kakak ya, sayang." Juyeon langsung memeluk Gahyun, yg dibalas oleh Gahyun.

"Kakak kemana? Adek takut.." Gahyun menangis, ia sangat trauma.

"Maafin kakak, udah ninggalin kamu sama biadab itu."

Jaehyun yg melihat Gahyun seperti itu ikut merasakan emosi nya, ia sedikit mengeluarkan air mata.

*****
"Tadi, aku lagi di dapur, masak ramyeon, aku laper, tiba-tiba dia Dateng dari belakang aku, terus dia kayak pegang tangan aku, abis itu turun ke pinggang, aku udah tolak dia dengan sopan, tapi..." Gahyun sedikit terbata menceritakan semua kejadiannya, ia tidak sanggup untuk mengingat kembali kejadian mengerikan itu.

"Untung jaehyun telepon disaat yg tepat."

"thanks jae, kalo lu gak telepon Adek gua tadi, mungkin hal buruk bakalan terjadi sama dia." Juyeon menepuk pundak jaehyun.

"Yaudah, sekarang Adek ke kamar ya, tenangin pikirannya.."

"Tapi Adek laper, mau makan.."

"Ehh bentar, kakak cek dulu ramyeon kamu." Juyeon berjalan ke dapur.

"Ga, tapi lu gak diapa-apain kan? Gak ada yg luka?" Jaehyun ternyata masih mengkhawatirkan Gahyun.

"Enggak kok, cuma gua masih shock aja. Makasih banget ya jae udah nolongin gua."

"It's okay.."

Kemudian Gahyun menundukkan pandangannya, ia shock sekaligus malu.

"Hey, its okay, I'll keep it for you, and I'll protect you.. udah ya.." jaehyun memegang tangan Gahyun untuk menenangkan nya.

"Dek, ini udah jadi nih.." juyeon datang dari dapur membawakan semangkuk ramyeon hangat, dan tidak lupa juga minumnya.

Gahyun mengambil tray makanannya, dan langsung menuju kamar.

"Jae sekali lagi makasih banyak ya, gua beneran gak tau bakalan gimana kalo lu tadi gak telepon Gahyun.."

"Iya bang, sama-sama, gua tadi awalnya cuma iseng doang mau telepon dia, pas dia udah angkat, malah dia bilang nya gitu, gua jadi ikutan panik."

"Anyway, gimana lu sama Adek gua? Ada kemajuan?"

"Ya gitulah bang. Ternyata Adek lu se stubborn itu.."

"Dia emang gitu sifatnya, jangankan elu, gua aja, kakak kandungnya, sering adu mulut sama dia."

Beberapa menit mereka ngobrol di ruang tamu, membahas hal-hal yg hanya mereka saja yg mengerti.

"Yaudah bang, gua cabut dulu.."

"Okey, thanks ya."

Jaehyun beranjak dari tempat duduk nya lalu pergi.

Kini tinggal juyeon sendiri, ia membereskan sisa barang yg ada di meja ruang tamu, piring-piring dan gelas ia letakkan ke wastafel di dapur, beberapa buku dan lembar materi ia bawa kembali dan disimpan di kamarnya.

Ia melihat pintu kamar Gahyun, tertutup, lalu ia mengetuk pintu tersebut.

"Dek.."

Ternyata pintunya tidak dikunci, juyeon langsung masuk ke dalam kamar Gahyun.

(before) Marriage || Lee Jaehyun (COMPLETED)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang